Selepas kepergian Dimas, Naura kembali ke dalam rumah. Ia melanjutkan menyantap makanan yang tadi sempat tertunda. Pandangan wanita hamil itu, tak pernah berhenti menatap wanita di seberang meja, berharap ada penjelasan. Namun, Irma masih bersikap tak acuh, ia masih menyibukkan diri dengan isi piring di hadapannya. Kesal dianggurkan oleh sang kakak, Naura pun beranjak mengambil kerupuk di toples. Lalu, berjalan melewati Irma sembari menggigit kasar kerupuk dengan suara kunyahan yang sengaja dikeraskan di dekat telinga sang kakak—mengganggu Irma. Akan tetapi, kakaknya masih saja bergeming, semakin membuat Naura kesal.
"Yang satu otaknya kegeser, yang satu mulutnya kejahit." Naura meninggalkan ruang makan.
Irma tetap diam, seakan-akan tak mendengar ucapan adiknya itu. "Selain mulutnya kejahit, telinganya juga terhalang batu malin kundang kayaknya," lanjut Naura yang sudah berada di dapur.
"Ada apa ngomel-ngomel mulu? Ingat kata suamimu! Jangan marah-marah mulu!" Ranti yang sedang mencuci piring, melirik anak bungsunya yang masih merutuki kelakuan Irma.
Sementara itu di ruang makan, selepas kepergian Naura, Irma menghentikan aktivitas makannya. Sendok yang sudah hampir sampai ke mulut, dengan malas ia menurunkannya kembali ke atas piring, lalu menjauhkan piring itu. Di matanya terlihat sesuatu sudah menggenang, yang sedari tadi ia tahan untuk tidak keluar. Hingga akhirnya, semua tak terbendung lagi, cairan bening luruh dari iris hitam membasahi pipi wanita yang menelungkupkan wajahnya di meja.
Ada rasa sakit yang tiba-tiba hadir, sakit tak berdarah, bahkan tak berbekas. Rasanya sangat sakit, benar-benar sakit dan teramat sakit menusuk ke jantung dan hati wanita itu.
"Kenapa sesakit ini? Padahal dia bukan siapa-siapa aku?" Satu tangan memegang dadanya yang terasa sesak.
Selama mengenal Andre baru kali ini, lelaki itu memperlakukan Irma seperti tadi. Sebagaimanapun Irma tak acuh kepadanya, Andre tak pernah berhenti untuk mendekati. Lelaki itu selalu memiliki seribu c…
Janda Cantik Milik Pak Polisi
13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 168 Episodes
Comments
Marsha Andini Sasmita
😆😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣🤣
2022-11-25
0
Marsha Andini Sasmita
😀😂😀😀😀😅😅😅😅😀😀😀😀
2022-11-25
0
Ciripah Mei
nnti jg nyesel tuh si irma
2021-12-24
0