Belum puas menikmati suasana pantai, selepas Magrib setelah melaksanakan kewajiban mereka kepada Sang Pencipta, Irma dan Andre kembali menjelajahi dunia sekitar pantai di malam hari. Suara debur ombak dan embusan angin malam menemani pasangan suami istri yang menyusuri jalanan dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan yang dilewati mereka disuguhkan para penjaja serba-serbi khas pantai serta pedagang makanan yang semakin malam semakin ramai saja.
"Kita mau ke mana?" tanya Irma, setelah cukup lama berjalan kaki.
Andre tampak berpikir. Dari tadi keduanya hanya berjalan menikmati jalanan area pantai, tanpa tahu arah tujuan mereka. "Karokean, mau?" Lelaki itu menunjuk sebuah tempat dengan kerlap-kerlip lampu aneka warna yang sepertinya ramai pengunjung.
Irma dengan cepat menggeleng sembari memberikan cubitan di pinggang sang suami. Bisa-bisanya Andre mengajak dirinya ke tempat seperti itu, tempat yang sarat dengan hal-hal yang tidak baik, bahkan tak jarang jadi target penggrebekan.
"Maaf," ujar Andre sembari memamerkan rentetan giginya. "Kata ibu-ibu pedagang sosis di depan ada pasar malam. Apa mau coba ke sana?" tanya Andre kemudian.
Untuk ajakan yang satu itu, Irma langsung berbinar. Tanpa pikir panjang, ia segera mengiakan tawaran sang suami.
Irma dan Andre pun kembali menyusuri jalan yang masih ramai oleh para turis juga penduduk lokal di sana. Setelah berjalan beberapa ratus meter, keduanya sampai di sebuah lapangan luas yang sudah ramai oleh pengunjung. Dengan antusias sepasang suami istri itu langsung berbaur dengan para pengunjung lain, menjajal area bermain yang hanya buka pada malam hari saja ditemani permen kapas dan popcorn.
Hingga di tengah keasyikan keduanya, mata mereka menangkap sosok yang mereka kenal sedang berada di lokasi pembelian tiket bianglala.
"Bukannya itu Ara dan Dimas, ya?" Irma menunjuk ke arah dua orang yang sangat dikenal. "Iya, itu mereka," ujarnya begitu yakin.
"Akhirnya, dia luluh juga." Andre menimpali. Andre merasa lega karena D…
Janda Cantik Milik Pak Polisi
104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 168 Episodes
Comments
Emy Amminya Nunu
naura mulutnya ampun dahhh ga malu sama papol🤦♀️
2021-11-16
1
Surtinah Surtinah
❤💖
2021-11-16
0
Hartin Marlin ahmad
idih...naura gak ada remnya tu mulut malu di dengar orang
2021-11-16
0