Ambar duduk di ruang keluarga sembari menimang-nimang Alvino yang mulai terlelap kembali, setelah beberapa waktu lalu bayi itu menangis tiada henti. Mungkin, insting seorang anak sangatlah kuat, ia bisa merasakan ketika orang tuanya mendapatkan musibah.
Ryan yang sudah selesai mandi pun, turun dari kamar menghampiri Ambar dan Bagaskara yang sedang ada di ruang tamu.
"Apa Alvino sudah tidur, Mah?" tanya Ryan, sebenarnya ia sedikit sungkan karena ada Bagaskara di sana. Ia memang sudah berbaikkan dengan sang mamah, tetapi tidak dengan sang papah. Bahkan, Ambar sudah berpesan untuk mengambil Alvino sebelum Bagaskara pulang, saat Ryan menitipkan anaknya kepada si ibu. Namun, Ryan baru bisa menjemput Alvino disaat waktu sudah hampir tengah malam dan Bagaskara sudah ada di sana dengan tatapan yang susah diartikan.
"Maaf, aku merepotkan kalian. Tadi ada insiden, jadi aku tak bisa pulang cepat," ujar Ryan penuh sesal, apalagi melihat Bagaskara menatapnya sinis.
"Alvino baru tidur lagi, hampir satu jam dia nangis gak jelas. Dikasih susu enggak mau, ditimang-timang salah, apalagi ditidurkan," jawab Ambar, tanpa menatap Ryan.
"Anak Papah, kita pulang yuk! Seharian kamu sudah menyusahkan Oma dan Opa-mu!" ucap Ryan.
"Sebenarnya kau dari mana?" Ambar mendongak ke arah Ryan yang sudah berada di hadapannya hendak mengambil Alvino. Seketika Ambar, tercekat, melihat penampilan baru Ryan setelah mandi. Tidak kalah hancurnya dengan sebelum mandi. Tubuh Ryan dipenuhi ruam-ruam dan bengkak.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Ambar. Walau bagaimana pun ia seorang ibu. Ia sangat khawatir melihat kondisi anaknya. "Pegang dulu cucumu!" Bukannya memberikan Alvino kepada Ryan, Ambar malah memberika bayi mungil itu kepada Bagaskara.
"Mah, kamu apa-apaan?" Bagaskara tak terima, Alvino diberikan kepadanya, tetapi tangan Bagaskara berkata lain—ia menggendong bayi itu.
"Apa kamu gak liat anakmu sudah kayak apaan? Aku obatin dia dulu."
"Dia bukan anakku," jawabnya dengan ketus, tetapi sebenar…
Janda Cantik Milik Pak Polisi
76
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 168 Episodes
Comments
Novianti Ratnasari
oh mungkin yg mandul itu Ryan nya.
2021-12-31
0
Ciripah Mei
papah mu dh tau Ryan klw alvino bukan anak mu km aj yg ngeyel membuang berlian dpt y batu kali
2021-12-25
0
Desi Hes
kamu ngk bisa bedain berlian sama batu kali ..hmmm
2021-12-02
0