"Kupinta jagalah selalu hatimu dan tubuhmu karena semua yang ada padamu adalah milikku hanya milik Sultan semata bukan pria lain," Sultan sangat berharap hal itu bisa dikabulkan oleh Azalina.
Sebenarnya Sultan ingin melakukan dan mengucapkan kata-kata itu tapi, apa daya hanya mampu diucapkannya sekarang. Tadi, pas sebelum pergi dia ingin sekali memeluk tubuh Azalina tapi, ego dan amarahnya lebih dominan dalam dada dan pikirannya.
"Maafkan Abang yang sudah meneteskan air matamu sayang, Abang sangat mencintaimu Azalina."
Raja sangat berat untuk meninggalkan istrinya tanpa memeluk tubuh Azalina seperti yang biasa dia lakukannya selama ini. Biasanya jika tengah malam,Raja akan diam-diam masuk ke dalam kamarnya Azlina tanpa sepengetahuan Azalina hingga detik ini.
Raja bukannya memanfaatka kesempatan dalam kesempitan, tetapi dia selalu gelisah jika tidur tidak memakai kipas atau dalam cuaca yang panas dan membuat tubuhnya gerah dan berkeringat. Itu lah alasannya yang selalu membuatnya berjalan di tengah malam untuk selain merasakan dinginnya angin dari kipas angin,dia juga ingin menikmati pelukan ditubuhnya Azalina.
Raja tersenyum ketika mengingat hal itu, hingga dia melupakan masalah pertemuannya dengan Anjas beberapa hari yang lalu. Raja kembali memejamkan matanya dalam perjalanan pulang ke Ibu Kota Jakarta.
"Tunggu aku Aza, Abang pasti akan kembali menemuimu dan menjemput kamu untuk tinggal bersamaku," gumamnya.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Awalnya Raja sedikit trauma dan teringat kepada masa lalunya saat kejadian peristiwa percobaan pembunuhan atas dirinya sendiri yang dilakukan oleh Martin selingkuhan tunangannya itu.
Sultan berusaha untuk membuat dirinya tenang dan tidak ketakutan, wajahnya Azalina terlintas dibenaknya saat trauma itu menggerogoti tubuhnya. Azalina yang selalu tersenyum manis ke arahnya mampu membuatnya bisa meredakan ketakutannya sendiri.
Pengawal dan beberapa anak buahnya seger…
Pesona Perawan
Chapter. 29. Rencana Penjebakan Musuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus bersyukur
2023-01-14
0
Bintun Arief
kabarin kek kalau udah nyampek Jakarta, eeetdah kasian anak orang nunggu smpe nangis begitu bang
2022-09-14
1
Bintun Arief
kenapa nggak dibawa aja sih sekalian, Ja
2022-09-14
0