"Ya Allah… semoga saja Non Aza tidak marah sama saya, bisa fatal kalau Non Aza mengadu kepada Tuan dan Nyonya Besar" lirih Mang Udin sembari melirik ke arah Aza yang duduk termenung dalam diamnya melalui kaca spion mobilnya.
Berselang beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Tuan Besar Farhan Papanya. Bangunan rumah yang berdiri kokoh dengan arsitektur dan gaya khas Eropa timur. Nuansa peach mendominasi warna cat rumah itu.
Aza sama sekali tidak menegur mang Udin walaupun hal itu terjadi dan dia lakukan karena dalam keadaan mode kebingungan dan banyak pikiran.
"Kenapa seolah-olah suara orang itu sebelumnya aku pernah dengar dan terasa sangat familiar," Aza membatin.
Aza mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamarnya tanpa menegur siapa saja yang berpapasan dengannya. Bahkan mamanya yang melihatnya pun tidak dia tegur sedikit pun.
Pikirannya terpusat dan fokus pada suara seseorang yang beberapa jam ini seolah-olah menghantuinya. Aza masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia ingin dinginnya air itu mampu membuatnya kembali lebih segar, dan pikirannya kembali jernih.
Suara kembali hening ketika Aza mematikan dan menutup aliran air yang dari shower. Aza mengelus rambut panjangnya hingga ke wajahnya hingga saat membuka matanya bayangan tubuh seorang tiba-tiba muncul secepat kilat di pelupuk matanya.
Bayangan orang itu tinggi tegap dan atletis. Wajah orang itu samar-samar di penglihatannya. Hanya bentuk tubuhnya yang jelas terlihat di matanya.
"Azalina istriku saya sangat merindukanmu!" Suara itu kembali terngiang di telinganya.
Aza mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya di dalam kamar mandinya. Tapi, tidak mungkin ada orang lain yang bersamanya.
"Aku harus segera bertanya kepada Aunty Wanda kalau seperti ini terus bisa-bisa aku mati penasaran dibuatnya," umpatnya yang sudah mulai tersulut emosinya karena sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa yang diinginkannya.
Aza menarik baju mandinya yang tergantung di gantu…
Pesona Perawan
Chapter. 89. Cincin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
Puspita Sari
pelan namun pasti aza mulai bertanya sesuatu yg berkaitan dengan masa lalunya
2022-09-01
0