“Eratkan jubahmu, Jerriel! Wajahmu nyaris saja terlihat.”
Pears berbisik pada Jerriel yang langsung menenggelamkan wajahnya dalam jubah lusuh yang di pakainya. Mereka membungkuk dan mempercepat langkah untuk memasuki wilayah pasar.
Menuruti saran Pears untuk mengunjungi rakyat dengan menyamar sebagai pengemis memang membuat mereka lebih mudah berbaur tanpa ada penyambutan atau semacamnya.
Namun jika ada yang mengetahui mereka dalam wujud seperti ini, Jerriel khawatir bahwa mereka akan dianggap sebagai pemimpin yang aneh.
“Tidak akan ada yang mengenali kita. Tenang saja..” Kata Pears seolah bisa mendengar pergumulan di pikiran kakaknya itu.
“Kau begitu yakin. Tapi jika penyamaran kita ketahuan, kau akan kupenggal,”
Pears tertawa mendengar gurauan Jerriel yang terdengar selalu serius, “Hahaha, aku ini juga seorang pangeran. Kenapa kau memberiku hukuman yang sama seperti para penjahat?”
Jeriel menahan hasratnya untuk berteriak ketika melihat Pears berjalan meninggalkannya menuju ke sebuah kedai yang menjual kue.
Pears terlihat sedikit memelas sebelum akhirnya si penjual memberinya satu kantong berisi kue. Kelakuan Pears benar-benar memalukan bagi Jerriel.
“Kau mau?” Pears kembali lalu menawarinya dengan senyuman lebar.
Jerriel mendesis, “Dasar tukang minta-minta!”
“Aku hanya sedang mendalami peranku.” Jawab Pears sambil mengunyah kue itu dan tertawa.
Jerriel mendahului langkah Pears yang sedang menyantap kue pemberian rakyat itu. Lalu setelah keluar dari keramaian menuju sebuah jalan sempit diantara dua bangunan tua yang mulai lengang, Jerriel melepas tudung jubahnya dan berjalan tegap kembali.
“Hey! Katamu kau tidak ingin ada yang mengenali kita?!” Gerutu Pears.
Jerriel tidak menjawabnya. Namun ketika menyadari kemana arah langkah kaki Jerriel membawanya, seketika Pears tertawa keras.
“Kau melepas jubahmu karena tidak ingin terlihat buruk di depan gadis itu ya?”
“Kau berisik sekali..” Desis Jerriel acuh.
Pears tersenyum skeptis, “Akhirnya ada seseorang yang mampu mem…
The Prince & The Curse Of Granades
Bab 11 - Serendipity
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments