Suasana pagi itu sedang cerah, matahari baru saja menampakkan sinarnya dan seluruh kota Runthera sudah disibukkan dengan kegiatan setiap manusia yang menghuninya.
Terlihat para pria membajak sawah, para wanita memetik hasil kebun, terdengar keramaian para pedagang dan pembeli di pasar tradisional, dan lain sebagainya.
Dari balkon istananya Pears mengedarkan pandangan melihat keadaan Runthera yang selalu menyejukkan hati setiap paginya itu.
Berada di dataran tinggi membuat istananya begitu strategis untuk memantau setiap jengkal Runthera meskipun hanya dengan berdiri di balkon istana yang menghadap langsung ke dataran rendah rumah-rumah penduduknya itu.
Runthera layaknya sebuah pulau surgawi yang di kelilingi dengan kekayaan alam, jajaran sengkedan, rindangnya hutan, megahnya pegunungan, dan luasnya laut yang membentang indah sejauh mata memandang.
Yang mengingatkannya untuk selalu mensyukuri segala macam peristiwa yang terjadi di dalam hidupnya.
Menggunakan pembidai di lengan kanannya akan menjadi keseharian Pears untuk beberapa waktu ke depan, yang pastinya lebih banyak memangkas segala bentuk kegiatan yang biasanya Ia lakukan.
Seperti melukis, bermain musik, membuat gerabah, membantu merawat peliharaan dan kebun milik Kerajaan, dan terutama kegiatan berat dalam berlatih fisik.
Minea benar-benar melarangnya menyentuh benda-benda yang biasanya Ia gunakan untuk melatih kekuatannya bersama dua saudaranya itu.
"Pangeran Pears," Seru gadis itu suatu siang, terdengar mencegah ketika melihat Pears diam-diam ingin memindahkan kanvas lukisnya yang berukuran cukup besar dari suatu ruangan ke balkon kamarnya agar bisa bersembunyi untuk melukis.
Minea sontak menaruh nampan berisi makan siang Pears di meja terdekat lalu dengan langkah lebar Ia menghampiri Pears yang masih terdiam di tempat dengan senyuman lebar.
"Aku bilang apa tentang tanganmu kemarin?" Katanya, sambil merebut kanvas lebar yang dibawa Pears dengan susah payah itu.
"Aku.. aku tidak melakukan apapun pada tangank…
The Prince & The Curse Of Granades
Bab 24 - Yang Selalu Tersisihkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments