Menara itu.
Suara-suara memilukan. Dan suatu hal ganjil yang dikurung disana membuat Moon Ara hampir gila.
Dengan sangat jelas peringatan yang dilontarkan oleh Shaga masih berputar di pikirannya. Apalagi tiap kali Ia berada di sekitar hutan pinus itu.
"Jauhi hutan itu. Demi keselamatanmu."
Tapi bagaimana bisa ketika berada di desa Wedelia yang letaknya cukup jauh dengan hutan 'mati' dimana Granades berada itu, Ia masih bisa mendengar jerit tangis memilukan seseorang dari sebuah menara hukuman yang pernah ditemukannya waktu itu.
Suara itu sayup-sayup terdengar, tetapi seolah mengusik ketenangan Moon Ara yang berusaha mengabaikan rintihan itu.
"Ara,"
Panggil Yuka lirih, membuat Ara seketika tersadar akan situasi di sekelilingnya saat ini.
Ditengoknya Yuka yang nampak mengantuk dan berbaring di sampingnya itu kini sedang menatapnya dengan cemas, "Ada apa, Ara? Kenapa kau tidak tidur? Kau tidak bisa tidur ya?"
"Uhm.. Tidak, Yuka. Tidak ada apa-apa. Tidurlah, aku akan tetap disini." Katanya, sambil menyandarkan punggungnya kembali ke sandaran ranjang dikamar Yuka lalu mengusap lembut rambut lurus bocah itu.
Yuka mengangguk lalu kembali meringkuk di dekatnya, "Ara.. apakah Ayah akan pulang malam ini dengan membawa layang-layang yang besar?"
"Kalau menurutku.. Ayahmu akan sampai di rumah besok, karena.. yeah, kau tahu kan perjalanan menuju ke istana di kota itu sangatlah jauh untuk dilalui. Dan tentu saja Ayahmu akan membawa layang-layang yang besar seperti yang kau inginkan. Dan juga banyak hal yang dibutuhkan disini." Ujar Ara lembut.
"Nanti ajari aku untuk memainkannya ya, Ara!"
Moon Ara hanya tersenyum dan mengangguk.
"Swain juga harus ikut bermain bersama kita!" Imbuh Yuka riang.
"Tentu saja. Dia harus ikut!"
"Ara.. istana itu seperti apa?" Tanya Yuka lagi.
"Istana adalah sebuah bangunan besar dan megah, memiliki taman yang indah, dan semua yang diinginkan selalu tersedia. Yang menjadi tempat tinggal ternyaman bagi keluarga Kerajaan. Seorang Raja, Ratu, Pangeran, Put…
The Prince & The Curse Of Granades
Bab 32 - Jiwa Yang Terkurung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments