Permasalahan di kehidupan Rose tidak pernah ada hentinya. Ada saja yang datang, seperti saat ini. Pada saat dirinya healing ke mall hanya untuk sejenak membuang rasa kepenatan.
Pada saat dia baru saja sampai di tempat parkir di sebuah mall. Tiba-tiba dirinya di hampiri oleh seorang pria yang tak di kenal pada saat keluar dari mobilnya.
Seorang pria tersebut tiba-tiba menodongkan sebuah pisau di lehernya. Rose menoleh dan melihat siapa yang berani mengganggu ketenangannya dan kenyamanannya akan cuci mata di mall.
Ternyata seorang lelaki yang memakai pakaian biasa saja, dan wajahnya di tutup kain hitam.
"Ikutlah denganku!" ajaknya.
"Kemana?" Rose mengerutkan dahinya.
"Pokoknya kamu ikut aku atau ku bunuh kamu sekarang juga!" ancamnya.
Rose memasang wajah pura-pura takut, ia menuruti perintah pria tersebut. Mereka berjalan berdampingan, Rose di rangkul orang itu. Sedikit risih, tapi ia hanya bisa ikutin kemauannya dan tidak bisa bertindak gegabah.
Rose penasaran juga ingin tahu siapa yang memerintah orang ini untuk menangkap dirinya. Hingga dia diam saja tak memberontak atau melakukan perlawanan sama sekali.
Orang itu membawa Rose ke tempat sepi yang letaknya di belakang gedung mall. Tempatnya sepi, cuma ada lima pohon di sekitar tempat itu. Mungkin bisa di katakan tempat itu kebun milik orang yang tak terawat, buktinya banyak semak-semak yang tumbuh.
Setelah sampai di tempat itu, orang itu mrndory Rose sehingga hampir saja dia terjatuh. Rose sangat kesal tapi dia mencoba menahan rasa amarahnya dulu. Karena dia penasaran dengan dalang di balik semua ini.
"Kemari kamu!" bentak nya
"Sialan, jika seperti ini aku sudah tak bisa menahan rasa amarahku ini. Hampir saja dia melukai anakku jika aku sampai terjatuh," batin Rose tangannya mengepalkan tinju.
Rose diam saja tanpa mau mendekat ke arah orang itu. Dia malah menatap tajam orang itu dengan tatay membunuhnya. Orang itu melangkah mendekati, Rose. Kini mereka berdua saling berhadapan.
"Kamu pikir aku takut dengan tatapanm…
Wonder woman
Salah Sasaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments