Seminggu kemudian.
Setiap kali melihat Bobby, Reno selalu teringat Aeris. Entah kenapa wajah Aeris muncul secara otomatis di benaknya.
“Pak Reno.. pak..”
suara itu menyadarkan Reno. Dia menatap laptop di depannya. Dia lupa apa yang baru saja dia lakukan. Dia sedang menonton iklan Bobby yang sudah jadi. Reno sama sekali tidak tau apa isinya. Dia benar-benar melamun.
“Bapak sakit?” Tanya sekretaris Reno. Tidak biasanya Reno melamun seperti itu.
Reno tidak menjawab, dia kembali menonton iklan Bobby yang berdurasi 1 menit itu. Dia mengangguk, lalu menutup laptopnya.
“Oke, saya setuju dengan iklan ini.” Perkataan Reno membuat sekretarisnya paham dan segera meninggalkan Reno. Dia sudah puas mengerjai Bobby. Entah berapa ribu take yang Bobby lakukan karena Reno sudah meminta bagian produksi iklan mengulang sebanyak mungkin supaya Bobby kesal.
Reno mengambil ponselnya dan mencari nama Aeris. Mungkin karena terlalu sering bersama gadis itu belakangan ini, dia jadi mengikuti kebiasaannya. Reno malas sekali makan sendirian. Dia tidak selera makan. Setelah berdiam cukup lama, Reno memutuskan untuk menelepon Aeris.
“Halo apa kabar nona? Apakah nanti malam kamu ada acara?”
“Hai Ren.. baik..Emm,, enggak sih.. cuma kayak nya hari ini pulang agak malam, karena ada meeting.” Suara khas Aeris yang sedikit cempreng terdengar menyegarkan badan Reno.
“Daddy bilang aku suruh ajak kamu makan di luar.”
“Hah? Yang bener? Dalam rangka apa?”
“Entahlah. Mungkin karena kemarin aku tidak datang makan malam.” Ucap Reno dengan nada yang meyakinkan.
“Ooo,,ya udah.. oke..”
“Kamu mau makan apa?”
“Emmm,, terserah kamu aja deh.. yang penting enak.”
“Oke, nanti aku jemput di kantor.”
Setelah menutup telepon, Reno membuka laptopnya kembali dan membuka instagram. Dia mencari tempat makan favorit anak muda yang dekat dengan tempat kerja Aeris. Aeris tidak suka tempat yang mewah, tapi dia suka makanan yang enak. Reno mencari dengan semangat satu persatu daftar kuliner yang ada. Dia begitu asyiknya sampai ti…
Happy Ending?
Kedatangan Sandra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments