Aeris mulai bekerja sebagai sekretaris Boy. Dia harus berpanjang sabar karena ternyata Boy orang yang super duper unik. Kerja Boy sepanjang hari hanya main, ke cafe, lalu berenang. Boy hanya bekerja serius di malam hari, dan Aeris tidak perlu mengikutinya.
Seperti hari ini, Aeris malah menemani Boy belanja ke mall.
"Boy,, mau belanja apa lagi sih?" Omel Aeris karena sudah 3 jam mereka berjalan-jalan dalam mall. (Setelah beberapa hari bekerja, Boy meminta Aeris untuk tidak memanggilnya dengan, sebutan Pak.)
"Bukannya cewe biasanya suka ke mall?" Tanya Boy heran. Dia menatap sepatu warna kuning hitam di pajangan.
"Ya kalau punya uang sih seneng.."
"Haha.. Kalau begitu aku belikan kamu sepatu.. Pilih saja.."
"Aku ga mau sepatu." Aeris duduk di kursi sambil memukul2 betisnya yang terasa pegal.
"Ya udah, tas, baju, ponsel, make up.." ucap Boy tanpa titik koma.
"Hmm.."
"Gimana ini Ris?" Tanya Boy yang sudah menggunakan sepatu kuningnya.
"Norak."
"Oke, aku ambil ini."
Oh ya ampun.. Aeris hanya bisa menepuk jidatnya melihat tingkah bos nya. Boy sangat senang melihat wajah Aeris yang sedang kesal. Sementara itu Aeris sekali lagi harus menghela nafas panjang karena bekerja dengan Boy bagaikan makan gaji buta. Dan Aeris sampai risih dengan pandangan orang-orang karena Aeris bisa di bilang lebih mirip kekasih Boy daripada karyawannya.
Boy selesai membayar ke kasir dengan perasaan senang. Belanja dan bermain adalah obat stress baginya. Saat ini Boy membawa 2 paperbag.
"Ini untuk kamu." Boy menyerahkan satu paperbag untuk Aeris.
"Ngapain beli in bos?"
"Ganti penampilan kamu.. Supaya kamu cepet laku."
Aeris mengerucutkan bibirnya. Dia menerima pemberian Boy dengan terpaksa. Ini bukan pertama kali Boy memberikannya barang mahal. Kemarin Boy memberi Aeris tas dan jaket bermerk. Boy selalu bilang kalau jadi sekretarisnya harus cantik.
"Ayo kita makan.." ajak Boy sambil memainkan ponselnya.
"Boy.. Apa kamu ga punya pacar yang bisa kamu ajak untuk belanja dan makan?" Protes Aeris.
"Ka…
Happy Ending?
Belajar melupakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments