Wajah tampan Devan terlihat sangat tegang. Betapa tidak, ia yang selama ini diam-diam mengincar Rachel dan baru saja ingin menceritakan siapa gadis yang akan ia nikahi, justru sudah berada di dalam mansionnya. Tidak ingin terlihat wibawanya jatuh, Devan yang awalnya terlihat manja pada ibunya berubah 180 derajat menjadi datar kembali seperti biasanya.
Rachel yang tidak tahu apa-apa tentang Devan, memilih menghabiskan makanannya tanpa merasa ada Devan yang saat ini tak lepas menatap wajahnya. Melihat sikap putranya yang seakan naksir berat pada Rachel, membuat nyonya Alisa sengaja menggoda putranya.
"Naksir ya? cantik kan dia?" bisik nyonya Alisha sambil tersenyum menggoda putranya.
"Apa-apaan sih, mami?" Devan segera duduk di kursi utama sebagai kepala keluarga di rumah itu.
Pelayan yang hendak melayani Devan dihentikan oleh nyonya Alisa. Tidak usah Farah. Biar Rachel yang akan melayani putraku." Ucap nyonya Alisa membuat Rachel sedikit tersedak.
Devan menatap tajam wajah ibunya yang senyam-senyum tidak jelas seakan menggoda putranya.
"Mami..!" Tegur Devan dengan wajah yang terlihat memerah karena malu.
Rachel yang bingung masih diam di tempat tanpa ingin melihat wajah Devan. Entah mengapa jantung Rachel yang tidak pernah berdegup kencang selama berhadapan dengan pria dewasa yang bukan muhrimnya kini berubah menjadi gugup saat berada di depan Devan.
"Astaga...! Ada apa denganku? kenapa aku sangat gugup saat ini. Kenapa juga dengan jantungku?" batin Rachel sambil istighfar.
"Ayo nak Rachel. Tolong layani putraku." Pinta nyonya Alisa sekali lagi sambil mengamati keduanya dengan senyum yang masih menyungging dibibirnya.
"Saya bisa sendiri!"
"Iya nyonya!"
Ucap keduanya bersamaan sambil memegang sendok nasi.
"Cie...cie..! Kompak banget." Goda nyonya Alisa makin membuat Devan mati kutu. Rachel makin bingung dengan situasi yang belum ia pahami sama sekali.
"Ijinkan aku melayani anda Tuan!" Pinta Rachel dengan tangan bergetar memegang sendok nasi.
Gadis ini menuangkan…
Ayah, Aku Ingin Pulang
8. Gugup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments