Pagi itu, seperti biasa Devan sudah membersihkan tubuh istrinya lalu mengenakan dress ibu hamil. Devan memperdengarkan MP3 murotal Al-Qur'an agar bisa menstimulasi otak Rachel agar mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk membantu kesembuhan Rachel.
"Sayang. Aku boleh tinggal bekerja sebentar, hmm?" pamit Devan pada Rachel sambil mengecilkan volume suara ponsel Rachel.
Devan tahu jika perkataannya tidak akan ditanggapi oleh istrinya. Ia pun hendak melangkah, tiba-tiba jarinya di genggaman oleh tangan Rachel membuat Devan tersentak tanpa menoleh melihat istrinya.
Deggggg...
"Rachel..!" gumam Devan lalu menengok ke arah istrinya secara perlahan. Saat melihat Rachel yang menggerakkan kelopak matanya secara perlahan, Devan melebarkan matanya seakan tak percaya jika Rachel telah siuman.
"Masya Allah, sayang. Kamu sudah sadar?" pekik Devan yang langsung memencet tombol nurse call.
Dokter Risna dan suster berlarian menghampiri kamar inap Rachel." Dokter. Istriku sudah siuman," girang Devan dengan wajah berbinar.
Dokter Risna memeriksa keadaan organ vitalnya Rachel. Sementara dokter Kayla mencabut ventilator dari mulut Rachel." Nona Rachel sudah melewati masa kritisnya. Saat nanti dua bisa berkomunikasi dengan tuan, jangan kaget mungkin sebagian memori nona Rachel ada yang hilang tapi tidak bersifat permanen. Ini hanya gejala umum saja. Tuan Devan harus lebih banyak bersabar menghadapi nona Rachel," ucap dokter Risna.
"Dia boleh melupakan yang lainnya asal dia tidak melupakan aku, dokter," pinta Devan penuh harap.
"Semoga saja. Lihatlah dia tuan ..! dia sedang tersenyum padamu. Nona Rachel. Apakah kamu mendengarkan aku?" tanya dokter Risna mengajak Rachel ngobrol.
Rachel hanya menggerakkan kelopak matanya dengan gerakan kepala yang terlihat pelan." Kenal ini siapa?" tanya dokter Risna sambil menunjuk ke arah Devan seraya mengusap bahu Devan.
"Hubby!" jelas Rachel membuat senyum Devan terbit cerah, secerah cahaya matahari di luar sana.
"Alhamdullilah. K…
Ayah, Aku Ingin Pulang
45. Mulai Ada Perubahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments