Pak Lukman akhirnya mulai siuman setelah melakukan tugasnya untuk menyelamatkan nyawa putrinya di ambang kematian selain pertolongan Allah tentunya. Sementara Rachel masih ditunggu proses kesembuhannya setelah mendapatkan pencangkokan sumsum tulang belakang dari sang ayah. Devan dengan setia menemani sang istri di ruang inapnya. Rasanya belum bisa bernafas lega sebelum Rachel dinyatakan bebas dari penyakit yang mematikan itu. Dokter Risna masuk ke ruangan itu.
"Bagaimana keadaan Rachel selanjutnya dokter?" tanya Devan dengan wajah masih berkabut sendu.
"Kita sudah melakukan yang terbaik untuk nona Rachel. Selebihnya, serahkan kepada sang pemilik hidup. Kita tidak punya daya upaya dengan itu selain berdoa dan pasrah, Tuan," Ucap dokter Risna yang tidak mau berjanji apapun sebagai dokter yang sudah terkenal di rumah sakit itu.
"Bukan dokter yang menjadi hebat karena mengobati pasien, tapi campur tangan Allah dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami oleh pasien dengan penyakit parah sekalipun. Itulah sebabnya dokter Risna tidak mau bersikap takabur pada keluarga pasien seakan dirinyalah yang bisa mengubah keajaiban dari sakit parah menjadi sehat dalam waktu yang instan.
"Dokter. Bukan hanya Rachel yang menjadi pikiranku saat ini, tapi calon bayi kami yang harus melewati masa kritis ibunya dialam rahim yang menaunginya di dalam sana. Apakah dia tetap aman dikondisi ibunya saat ini?" tanya Devan.
"Berada dialam rahim seorang ibu masih dalam pengawasan Allah. Tapi, alat USG tiga dimensi yang bisa kita monitor terus perkembangan janinnya sejauh ini masih bagus tuan. Walaupun tidak mendapatkan asupan makanan langsung dari ibunya tapi masih ada makanan berupa nutrisi dari selang ini," ucap dokter Risna menunjukkan selang makanan tambahan yang dipasang di tubuh Rachel.
"Terimakasih dokter atas kerja keras kalian membantu proses pengobatan istriku. Semoga pengorbanan kalian sebagai tenaga medis di rumah sakit ini tidak sia-sia," ucap Devan memberikan apresiasinya…
Ayah, Aku Ingin Pulang
44. Bernafas Lega
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments