Rachel menarik nafasnya dengan terburu-buru. Ia sangat malu pada Devan yang tahu-tahu nongol di depannya." Ya Allah. Kenapa itu Wenni sangat ceroboh? Jadi, orang itu melihat aku dalam keadaan tanpa hijab. Mana baru bangun tidur lagi. Memalukan." Keluh Rachel sambil mengusap wajahnya kasar.
Weni masuk ke kamarnya terburu-buru. Gadis ini tidak ingin membuat Devan menunggu Rachel lebih lama lagi.
"Rachel. Itu si ganteng pingin ketemu sama kamu. Buruan gih ketemu sama dia! kasihan tahu dia sudah nunggu kamu dengan gelisah."
"Penampilanku berantakan. Aku cuci muka dulu dan ganti baju. Ini aku pakai baju tidur tipis gini lagi. Bilang dia tunggu sebentar. Aku mau siap-siap dulu." Ucap Rachel .
"Iya deh. Jangan pakai lama ya. Aku grogi juga ketemu sama dia." Ucap Weni.
"Naksir ya?" Goda Rachel.
"Aku sih naksir berat sama dia, tapi dia naksir nya sama Lo."
"Sok tahu lo."
Rachel segera ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan mengganti baju yang lebih sopan. Tidak lama kemudian ia keluar menemui tamunya yang sudah bosan menunggunya.
"Assalamualaikum Tuan!"
"Waalaikumuslam Rachel." Devan memindai penampilan Rachel yang terlihat sangat sederhana dan mengenakan hijab simpel yang langsung pakai hingga menutupi setengah tubuhnya.
"Mau minum apa Tuan?"
"Ini sudah minum. Aku hanya butuh ngobrol sama kamu. Apakah kamu mau kita jalan ke suatu tempat." Ajak Devan.
"Aku ...aku ..." Rachel bingung untuk menolaknya.
"Apakah kamu takut kalau aku akan melecehkanmu?"
"Tidak sih. Hanya saja aku tidak berani jalan dengan anda yang akan membuat anda malu dan aku ..-"
"Bersiaplah. Aku tunggu kamu sepuluh menit lagi."'
"Aku tidak mau ganti baju lagi. Aku mau seperti ini saja. Kalau tuan tidak mau, jadi tidak usah." Tolak Rachel.
"Gadis ini unik juga. Jika perempuan lain akan berusaha menjaga penampilan mereka semenarik mungkin tapi tidak dengan Rachel yang ingin tampil apa adanya di hadapannya." Batin Devan.
"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita pergi!" Ucap Devan seraya bangkit dari duduknya…
Ayah, Aku Ingin Pulang
10. Menolak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments