Setelah memeriksa keadaan Rachel, dokter mengijinkan Rachel untuk dirawat di kamar inap saja. Devan menyambut gembira karena ia bisa tidur berdua dengan Rachel di kamar inap. Walaupun mereka adalah pengantin baru, Devan tidak mungkin melakukan hal-hal yang membuat Rachel akan bermasalah. Ia harus menahan dirinya agar Rachel menjalani masa pengobatannya entah sampai kapan.
Kamar inap sudah disiapkan oleh suster. Brangkar milik Rachel di dorong memasuki kamar VVIP itu. Rachel dipersiapkan oleh dokter hanya memasang infus pada Rachel sementara oksigennya sudah dihentikan karena Rachel sudah bisa bernafas sendiri.
"Permisi tuan! kami sudah selesai mengurus nona Rachel," ucap dokter Sarah.
"Terimakasih dokter!"
Devan duduk disampingnya Rachel yang terlihat masih sangat pucat. Rachel sudah siuman dan belum paham apa yang terjadi pada dirinya sampai saat ini.
"Devan. Sebenarnya saya sakit apa? kenapa saya harus di bawa ke Jakarta segala?" tanya Rachel membuat Devan agak bingung menjelaskannya.
"Ya Tuhan. Bagaimana aku harus menjelaskan pada gadis ini? apakah aku harus berkata jujur saja kepadanya? bagaimana kalau dia kepikiran dan drop lagi?" batin Devan yang tidak mau langsung menjawab pertanyaan Rachel.
"Rachel. Keadaan kamu tidak baik-baik saja sayang. Jika kamu mendengarkan ini, tolong jangan dibawa kepikiran karena semua penyakit ada obatnya dan kemauan kamu untuk segera sembuh," ucap Devan masih terdengar diplomatis oleh Rachel.
"Tolong langsung berbicara kepada inti permasalahannya! jangan berbelit-belit seperti itu. Dengarnya juga nggak enak karena kesannya aku seperti sedang mengalami penyakit yang mematikan," gerutu Rachel.
"Memang itu penyakitmu Rachel. Kamu tekena leukimia stadium 2. Mumpung belum parah makanya kamu dirujuk di rumah sakit milik kita," ucap Devan lalu mengecup bibir Rachel.
"Devan . Jangan mulai lagi karena kita berdua bukan muhrim!" cegah Rachel dengan wajah cemberut. Devan tersenyum. Ia sangat gemas melihat Rachel selalu men…
Ayah, Aku Ingin Pulang
30. Menemani Di rumah sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments