Sepanjang perjalanan, Rachel hanya terdiam sambil sesekali mengusap air matanya yang terus menetes tanpa ingin berhenti. Antara lega dan kecewa membaur jadi satu. Ia tidak ingin merasakan lagi kepedihan hatinya saat mengingat kedua orangtuanya, terutama sang ibu.
Devan memeluk gadisnya yang masih sesenggukan namun tidak bisa bicara karena hatinya sendiri juga sakit saat ini. Ia juga tidak menyangka mengapa sekertaris Melisa begitu jahat pada Rachel, wanita yang baru saja menjadi tunangannya.
"Tunggu saja Melisa! Aku akan membuat kamu membayar apa yang kamu lakukan pada wanitaku," batin Devan dengan wajah mengeras.
Setibanya di unit apartemennya, Devan tidak bisa lagi membujuk hatinya Rachel karena Rachel tetap memilih diam." Apakah aku boleh mampir sebentar?" tanya Devan minta ijin terlebih dahulu.
"Maafkan aku Devan. Aku butuh sendiri saat ini. Aku mohon pengertiannya," ucap Rachel.
"Baiklah. Kalau begitu kamu harus istirahat dan lupakan segalanya. Apa yang kamu lakukan hari ini tidak mengurangi rasa cintaku kepadamu," ucap Devan.
"Terimakasih Devan. Jika kamu berubah pikiran, aku pun tidak mengapa. Aku harap pertimbangkan kembali niatmu untuk menikahi aku karena guncangan dari luar sana akan menjatuhkanmu karena mereka tidak menyukaiku,"ucap Rachel.
"Rachel ...! Bukankah selama ini kamu berpegang teguh di tali Allah? kenapa kamu jadi berpikiran picik sekali saat ini? kamu merasa rejeki yang aku dapatkan berdasarkan penilaian orang yang ingin mencela hubungan kita?" tanya Devan.
"Tidak seperti itu, Devan. Aku sangat yakin rejeki Allah yang mengaturnya, tapi fitnah yang tersebar di luar sana akan membawa dampak pada popularitas perusahaanmu," bantah Rachel.
"Sayang...! Cukup serahkan semua ujian cinta kita ini pada Allah. Cukup Allah yang akan menentukan baik buruk Perusahaanku. Jangan memenangkan hujatan orang di luar sana karena latar belakang hidupmu karena kamu hidup dengan keyakinanmu dan aku juga sama. Kenapa kita tidak berjuang bersama untuk menghadap…
Ayah, Aku Ingin Pulang
18. Ingin Bersamamu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments