Lusiana terduduk diam bersandar pada kursi di kamarnya, tangannya menggenggam ponselnya sambil ia mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh adiknya.
"Papa memberi perintah agar kau segera pulang."
Ketika mendengar itu, wajahnya muram. Ia langsung memutuskan panggilan, jika ia pulang pun tidak ada bedanya dengan menyerahkan nyawa pada sang Papa.
Namun ponselnya kembali bergetar, yang tandanya ada pesan masuk. Lusiana melihat itu pesan dari adiknya, Lucanno.
Perintahnya tidak bisa di tawar. Sebaiknya kau segera pulang jika tidak mau mendapat masalah.
^^^Aku tidak akan pulang.^^^
Aku sudah memperingatkanmu. Jangan salahkan aku, jika terjadi sesuatu.
Lusiana menelan salivanya, sekarang ia bingung harus melakukan apa. Haruskah ia pulang dan menemui Papanya, ataukah ia tetap berada disini bersama Tama. Lusiana kurang tahu apakah Papanya itu menyuruhnya pulang seorang diri ataukah bersama dengan suaminya. Ia pun kembali melihat ponselnya untuk bertanya pada sang adik.
^^^Lucan, aku ingin bertanya^^^
???
^^^Apa Papa sudah tahu bahwa aku dan Tama sudah menikah?^^^
Ya, kalau bisa pulanglah bersamanya.
^^^Baiklah aku akan pulang, tapi aku masih perlu waktu. Bolehkah?^^^
Lusiana menunggu jawaban dari Lucanno tapi tidak kunjung mendapat balasan. Ia jadi frustrasi sendirian karena menunggu jawaban dari sang adik. Sebenarnya adiknya itu niat tidak sih memberikan informasi.
...***...
"Hey, kenapa kau melamun begitu? banyak pikiran?" tegur Arga seraya menepuk bahu Rafael yang sedari tadi hanya melamun padahal kedua temannya berada di sana.
"Daritadi ku perhatikan raut wajahmu ini kecut sekali kelihatannya. Kenapa bro? ceritalah" timpal Lais sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
Rafael menyudahi lamunannya lalu melirik Lais sinis, wajah tampannya ini di ejek kecut. Ia jadi merasa tak terima. "Kecut kecut ini wajah! bukan ketiakmu! pemilihan katamu buruk sekali ditelingaku" sahutnya ketus. Kedua temannya itu reflek tertawa mendengarnya.
"Sorry ketiakku wangi, nih cium" Lais mengangkat…
Zoeyael [between love and death]
•Chap 35 [Lais kecewa berat]
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments