•Chap 35 [Lais kecewa berat]

Lusiana terduduk diam bersandar pada kursi di kamarnya, tangannya menggenggam ponselnya sambil ia mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh adiknya.

"Papa memberi perintah agar kau segera pulang."

Ketika mendengar itu, wajahnya muram. Ia langsung memutuskan panggilan, jika ia pulang pun tidak ada bedanya dengan menyerahkan nyawa pada sang Papa.

Namun ponselnya kembali bergetar, yang tandanya ada pesan masuk. Lusiana melihat itu pesan dari adiknya, Lucanno.

Perintahnya tidak bisa di tawar. Sebaiknya kau segera pulang jika tidak mau mendapat masalah.

^^^Aku tidak akan pulang.^^^

Aku sudah memperingatkanmu. Jangan salahkan aku, jika terjadi sesuatu.

Lusiana menelan salivanya, sekarang ia bingung harus melakukan apa. Haruskah ia pulang dan menemui Papanya, ataukah ia tetap berada disini bersama Tama. Lusiana kurang tahu apakah Papanya itu menyuruhnya pulang seorang diri ataukah bersama dengan suaminya. Ia pun kembali melihat ponselnya untuk bertanya pada sang adik.

^^^Lucan, aku ingin bertanya^^^

???

^^^Apa Papa sudah tahu bahwa aku dan Tama sudah menikah?^^^

Ya, kalau bisa pulanglah bersamanya.

^^^Baiklah aku akan pulang, tapi aku masih perlu waktu. Bolehkah?^^^

Lusiana menunggu jawaban dari Lucanno tapi tidak kunjung mendapat balasan. Ia jadi frustrasi sendirian karena menunggu jawaban dari sang adik. Sebenarnya adiknya itu niat tidak sih memberikan informasi.

...***...

"Hey, kenapa kau melamun begitu? banyak pikiran?" tegur Arga seraya menepuk bahu Rafael yang sedari tadi hanya melamun padahal kedua temannya berada di sana.

"Daritadi ku perhatikan raut wajahmu ini kecut sekali kelihatannya. Kenapa bro? ceritalah" timpal Lais sambil merebahkan tubuhnya di sofa.

Rafael menyudahi lamunannya lalu melirik Lais sinis, wajah tampannya ini di ejek kecut. Ia jadi merasa tak terima. "Kecut kecut ini wajah! bukan ketiakmu! pemilihan katamu buruk sekali ditelingaku" sahutnya ketus. Kedua temannya itu reflek tertawa mendengarnya.

"Sorry ketiakku wangi, nih cium" Lais mengangkat…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 •Chap 1 [Awal mula sebuah hubungan]
2 •Chap 2 [Permen karet di rambutnya]
3 •Chap 3 [Lem perekat di bokongnya]
4 •Chap 4 [Keharmonisan dua keluarga]
5 •Chap 5 [Pelarian dari para penculik]
6 •Chap 6 [Aku akan pergi]
7 •Chap 7 [Janji kelingking untuk pertemanan]
8 •Chap 8 [Dua insan yang telah bertumbuh]
9 •Chap 9 [Kita bertemu kembali]
10 •Chap 10 [Pegangan bukan memelukku]
11 •Chap 11 [Sandiwara berujung amarah]
12 •Chap 12 [Membujuknya]
13 •Chap 13 [Dia memiliki kekasih]
14 •Chap 14 [Penyakit Ibuku]
15 •Chap 15 [Masa kelam kakak beradik]
16 •Chap 16 [Zoeya salah kamar,Rafael uring-uringan]
17 •Chap 17 [Tamu ilegal]
18 •Chap 18 [Ada maksud tersembunyi]
19 •Chap 19 [Air sungai yang memelukku]
20 •Chap 20 [Ibu Roma yang kritis]
21 •Chap 21 [Gendong ala bridal style]
22 •Chap 22 [Tak sengaja bertemu]
23 •Chap 23 [Permintaan dari sang Ibu]
24 •Chap 24 [Curhat setelah putus]
25 •Chap 25 [Janji pertemanan kedua kalinya]
26 •Chap 26 [Ingkar janji]
27 •Chap 27 [Hari mengucap janji suci]
28 •Chap 28 [Apakah dia memaafkanku?]
29 •Chap 29 [Kau tak akan pernah bisa menjadi istri bagiku]
30 •Chap 30 [Kejujuran Tama membangkitkan amarah]
31 •Chap 31 [Bumbu spesial dalam makananmu]
32 •Chap 32 [Pasutri muda & paruh baya]
33 •Chap 33 [Kalian semua mengkhianatiku]
34 •Chap 34 [Surat phk]
35 •Chap 35 [Lais kecewa berat]
36 •Chap 36 [Perdebatan sehari-hari]
37 •Chap 37 [Api merenggut nyawa]
38 •Chap 38 [Aku menyerah]
39 •Chap 39 [Hukuman untuk sang pelaku]
40 •Chap 40 [Gara-gara kecoak]
41 •Chap 41 [Masakan siapa yang lebih enak?]
42 •Chap 42 [Sore hari bersamamu]
43 •Chap 43 [Kenapa telingamu memerah?]
44 •Chap 44 [Itu ular bukan suamimu]
45 •Chap 45 [Pelaku sebenarnya]
46 •Chap 46 [Mimpi]
47 •Chap 47 [Tamu jailangkung]
48 •Chap 48 [Cerai?]
49 • Chap 49 [Tak rela]
50 •Chap 50 [Kata terakhir] End S1
Episodes

Updated 50 Episodes

1
•Chap 1 [Awal mula sebuah hubungan]
2
•Chap 2 [Permen karet di rambutnya]
3
•Chap 3 [Lem perekat di bokongnya]
4
•Chap 4 [Keharmonisan dua keluarga]
5
•Chap 5 [Pelarian dari para penculik]
6
•Chap 6 [Aku akan pergi]
7
•Chap 7 [Janji kelingking untuk pertemanan]
8
•Chap 8 [Dua insan yang telah bertumbuh]
9
•Chap 9 [Kita bertemu kembali]
10
•Chap 10 [Pegangan bukan memelukku]
11
•Chap 11 [Sandiwara berujung amarah]
12
•Chap 12 [Membujuknya]
13
•Chap 13 [Dia memiliki kekasih]
14
•Chap 14 [Penyakit Ibuku]
15
•Chap 15 [Masa kelam kakak beradik]
16
•Chap 16 [Zoeya salah kamar,Rafael uring-uringan]
17
•Chap 17 [Tamu ilegal]
18
•Chap 18 [Ada maksud tersembunyi]
19
•Chap 19 [Air sungai yang memelukku]
20
•Chap 20 [Ibu Roma yang kritis]
21
•Chap 21 [Gendong ala bridal style]
22
•Chap 22 [Tak sengaja bertemu]
23
•Chap 23 [Permintaan dari sang Ibu]
24
•Chap 24 [Curhat setelah putus]
25
•Chap 25 [Janji pertemanan kedua kalinya]
26
•Chap 26 [Ingkar janji]
27
•Chap 27 [Hari mengucap janji suci]
28
•Chap 28 [Apakah dia memaafkanku?]
29
•Chap 29 [Kau tak akan pernah bisa menjadi istri bagiku]
30
•Chap 30 [Kejujuran Tama membangkitkan amarah]
31
•Chap 31 [Bumbu spesial dalam makananmu]
32
•Chap 32 [Pasutri muda & paruh baya]
33
•Chap 33 [Kalian semua mengkhianatiku]
34
•Chap 34 [Surat phk]
35
•Chap 35 [Lais kecewa berat]
36
•Chap 36 [Perdebatan sehari-hari]
37
•Chap 37 [Api merenggut nyawa]
38
•Chap 38 [Aku menyerah]
39
•Chap 39 [Hukuman untuk sang pelaku]
40
•Chap 40 [Gara-gara kecoak]
41
•Chap 41 [Masakan siapa yang lebih enak?]
42
•Chap 42 [Sore hari bersamamu]
43
•Chap 43 [Kenapa telingamu memerah?]
44
•Chap 44 [Itu ular bukan suamimu]
45
•Chap 45 [Pelaku sebenarnya]
46
•Chap 46 [Mimpi]
47
•Chap 47 [Tamu jailangkung]
48
•Chap 48 [Cerai?]
49
• Chap 49 [Tak rela]
50
•Chap 50 [Kata terakhir] End S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!