Kala itu matahari terbenam, langitnya yang berwarna jingga begitu indahnya dalam pandangan mata. Rafael dan Zoeya menikmati pemandangan luar biasa itu meskipun keduanya basah kuyup.
"Yuk pulang, dingin" ajak Rafael sambil menyilangkan kedua tangannya, ia juga mengusap-usap telapak tangannya kala merasakan hembusan angin semriwing yang membuat bulu keteknya berdiri. Zoeya mengangguk kecil mengiyakan ajakan Rafael. Lagipula mereka berdua sudah cukup bermain untuk hari ini.
Keduanya pun jalan beriringan ke arah jalan setapak tadi yang mereka lalui, saat memasuki hutan Zoeya seketika merinding dan juga agak takut karena suasana sudah mulai gelap ditambah mereka berdua basah kedinginan. Saking dinginnya gadis itu menempel pada Rafael, kini tidak ada jarak antara mereka. Rafael sendiri melirik sekilas kearah Zoeya kemudian menatap kembali ke depan.
"Dingin ya?" gadis itu mengangguk dengan tubuh yang sudah menggigil. Melihat itu Rafael jadi khawatir Zoeya sakit.
"Peluk saja lenganku, sebentar lagi kita sampai" ucapnya. Zoeya mendongak untuk melihat ekspresi Rafael namun pria itu malah berekspresi biasa saja dan datar, karena Rafael sendiri tampak tak keberatan, Zoeya memberanikan diri memeluk lengan kekar pria itu.
Sedikit keras mungkin karena pria ini suka berolahraga tapi terasa nyaman, entah mengapa rasa takut tadi langsung menghilang. Apa berada di dekat pria ini membuatnya merasa aman? Zoeya sendiri tak tahu kenapa ia merasa seperti itu. Beberapa saat mereka berdua sampai di vila dan hari sudah gelap, Rafael menutup pintu belakang dan juga menguncinya.
Karena mereka berdua basah kuyup jadi harus mandi lagi. Rafael di kamar mandi bawah sedangkan Zoeya di kamar mandi atas. Mereka pun berpisah tanpa obrolan lagi karena suasana jadi terasa canggung sekali. Dalam kamar mandi mereka merenungkan kejadian hari ini.
"Harusnya tadi aku tidak usah memeluk lengannya, dasar Zoeya bodoh" batin Zoeya sambil merutuki dirinya sendiri sesekali ia memukul pelan tembok kamar mandi. Sedan…
Zoeyael [between love and death]
•Chap 43 [Kenapa telingamu memerah?]
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments