Rafael menuruni tangga, sebelum itu dirinya sudah pasrah saja toh yang mau diperiksa malah tidak ingin. Apa boleh buat? perut keroncongan, masalah terus berdatangan. Sudah lelah di kantor dibuat lelah juga di sini. Niat diri ingin healing pikiran eh malah kepikiran. Persetan dengan psikiater, stress tetap nomer satu.
"Mohon maaf dok, istri saya lagi sembelit. Mungkin bisa lain kali saja ya periksanya" ucap Rafael hati-hati, padahal Rafael tidak suka orang berbohong tapi sekarang dirinya yang berbohong. Memang paling mantap adalah menelan ludah sendiri.
Wanita bernama Meghan itu memberikan senyuman manisnya seperti ia pun memaklumi calon pasiennya itu. "Kalau begitu saya pamit dulu" ujarnya dan langsung bangkit berdiri, Rafael pun turut mengantarnya sampai ke depan pintu.
"Anda datang kemari bersama siapa? soalnya tempat ini lumayan terpencil" tanya Rafael basa-basi. Meghan melirik pria itu sekilas, "saya datang sendiri, mobil saya ada di luar gerbang" Rafael mengangguk mengerti dan membiarkan wanita itu pergi setelah beberapa saat mengobrol ringan dan mereka berjabat tangan.
Dan interaksi keduanya itu rupanya diperhatikan oleh Zoeya yang mengintip di sela-sela jendela kamar.
"Dasar genit, pria murahan. Friendly ke semua wanita, pakai pegang tangan segala dia pikir sedang berbisnis untuk memeriksaku. Mihin bintiinnyi liin kili istri siyi gili cih" (Mohon bantuannya lain kali, istri saya gila) gerutunya sendiri lalu menutup tirai jendela dengan kasar.
Rafael kembali masuk ke dalam. Sambil berjalan menuju kamar ia mengingat pesan yang disampaikan oleh Meghan tadi sebelum pergi.
"Diperjalanan menuju kemari saya sudah dijelaskan sedikit tentang kondisi istri anda. Maaf sebelumnya saya ingin bertanya, apakah sampai sekarang nona Zoeya ada tindakan untuk bunuh diri?"
"Untuk sekarang tidak ada" jawab Rafael.
"Keinginan untuk bunuh diri itu bisa terjadi kapan saja tuan, mungkin untuk sekarang saran saya bujuklah dia agar mau melakukan terapi karena demi kebaikannya. Dan anda…
Zoeyael [between love and death]
•Chap 41 [Masakan siapa yang lebih enak?]
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments