"Ya, ada apa?"
"Apa katamu? Milan!?"
"Cepat kau ke sana segera! Aku akan menyusul. Pastikan tidak ada orang lain yang pergi selain orang-orang kita"
Pria paruh baya itu menutup panggilannya setelah memberikan perintah. Tangannya yang kekar serta terdapat keriput itu meraih puntung rokok yang tadi sudah ia hisap. "Lucanno putraku, aku punya tugas untukmu" ia meminta putranya untuk mendekat kepada nya, kemudian ia bisikkan perihal tugas yang ia perintahkan.
Lucanno manggut-manggut mengerti setelah ia tahu tugasnya easy peasy baginya. Pria berambut kecoklatan itu pun melenggang pergi dari ruangan sang ayah untuk melakukan apa yang diperintahkan nya.
•
•
Di dalam ruangan kerjanya Rafael duduk di kursi kebesarannya, berkutat dengan laptop pekerjaannya yang mendesak sebelum pergi ke Milan. Manik matanya yang tajam selalu terfokus pada layar laptopnya dengan jari jemarinya yang lincah terus mengetikkan kata demi kata.
Raut wajahnya terlihat sangat serius, terkadang dahinya mengernyit kala mendapati ada sesuatu yang salah.
"Apa-apaan ini!?" gerutunya kesal. Rafael baru saja mendapatkan informasi mengenai seseorang yang akan ia temui di Milan.
Rafael ingin terfokus kembali pada pekerjaannya namun sudut matanya menangkap sosok Zoeya yang membuka pintu ruangan sembari membawa cangkir yang entah terisi oleh apa. Lantas Rafael pun menghentikan kegiatannya dan menatap sang istri yang berjalan ke arahnya.
Hanya ada satu kata yang terdapat dalam otaknya dan berhasil membuyarkan kefokusannya yaitu betapa cantik istrinya. Bahkan ia membayangkan jika Zoeya mengenakan kain gembel pun pasti terlihat cantik di matanya.
"Ini aku bawakan teh hijau untukmu" Zoeya menaruh cangkir berisi teh yang tadi ia bawa. Rafael langsung mengalihkan pandangannya ke arah cangkir tersebut.
Ekspresinya kian berubah menjadi heran, setahunya Mami Tya tidak pernah membeli teh hijau karena Papi tidak menyukainya, jadi jarang sekali Mami membeli produk teh hijau. Apa mungkin baru-baru ini Maminya itu membelinya.…
Zoeyael [between love and death]
•Chap 50 [Kata terakhir] End S1
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments