•Chap 37 [Api merenggut nyawa]

"Ibuuu!!!" aku berteriak kencang. Kobaran api membuat mataku tidak bisa melihat di mana keberadaan ibuku. Aku langsung berlari masuk kembali ke dalam kamarku untuk mencarinya. Hatiku berdegup kencang, takut terjadi sesuatu pada ibuku.

Asap tebal ini menutup jarak pandangku bahkan baunya menusuk cuping hidungku sehingga membuatku sulit bernafas, pandanganku mulai kabur, tapi aku tidak bisa menyerah di sini. Aku berjalan perlahan-lahan sambil memanggil-manggil Ibu.

Samar-samar aku mendengar suara, "Pergi" suara yang begitu lirih bahkan hampir tak terdengar tapi entah mengapa aku bisa mendengarnya. "Pergi" ucapnya lagi. Aku yakin sekali itu adalah suara ibuku.

Pandanganku semakin kabur, lagi-lagi aku tidak bisa bernafas, aku berpikir mungkin inilah akhir dari hidupku. Air mataku mengalir tanpa terasa, kakiku tak bisa lagi menopang tubuhku. Aku terbaring lemas di antara kobaran api yang membakar seluruh isi ruangan.

Apakah api ini juga akan membakar tubuhku, membakar ibuku, dan seluruh kamar ini. Lambat laun aku mengantuk, sebelum mataku terpejam aku mengatakan sesuatu meskipun aku tak tahu apakah ibu mendengar perkataanku.

"Ibu.. maafkan aku, aku tidak bisa menyelamatkanm–"

Rafael berjalan masuk ke dalam rumah dengan membawa obat serta kompresan instan ditangannya. Rupanya persediaan obat di rumah sudah habis, jadi ia pergi ke paviliun mencari Cadh Bibi untuk meminta beberapa obat yang ada di sana.

Saat melewati ruang makan, Rafael seperti melihat cahaya yang tidak normal dari arah dapur. Segera ia berlari ke sana dan mendapati dapurnya terbakar habis dan api yang sudah menjalar ke atas. Dengan sigap Rafael menghubungi nomor darurat, meskipun sudah melakukan hal tersebut. Rafael tak tinggal diam, ia masuk ke dalam dapur untuk melihat penyebabnya.

Di sana ia melihat sebuah tabung gas yang terbakar. Rafael tahu mungkin ini penyebabnya, ia langsung melepas baju yang ia kenakan dan berlari ke kamar mandi untuk membasahinya dengan air. Rafael kembali berlari ke dapur dan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 •Chap 1 [Awal mula sebuah hubungan]
2 •Chap 2 [Permen karet di rambutnya]
3 •Chap 3 [Lem perekat di bokongnya]
4 •Chap 4 [Keharmonisan dua keluarga]
5 •Chap 5 [Pelarian dari para penculik]
6 •Chap 6 [Aku akan pergi]
7 •Chap 7 [Janji kelingking untuk pertemanan]
8 •Chap 8 [Dua insan yang telah bertumbuh]
9 •Chap 9 [Kita bertemu kembali]
10 •Chap 10 [Pegangan bukan memelukku]
11 •Chap 11 [Sandiwara berujung amarah]
12 •Chap 12 [Membujuknya]
13 •Chap 13 [Dia memiliki kekasih]
14 •Chap 14 [Penyakit Ibuku]
15 •Chap 15 [Masa kelam kakak beradik]
16 •Chap 16 [Zoeya salah kamar,Rafael uring-uringan]
17 •Chap 17 [Tamu ilegal]
18 •Chap 18 [Ada maksud tersembunyi]
19 •Chap 19 [Air sungai yang memelukku]
20 •Chap 20 [Ibu Roma yang kritis]
21 •Chap 21 [Gendong ala bridal style]
22 •Chap 22 [Tak sengaja bertemu]
23 •Chap 23 [Permintaan dari sang Ibu]
24 •Chap 24 [Curhat setelah putus]
25 •Chap 25 [Janji pertemanan kedua kalinya]
26 •Chap 26 [Ingkar janji]
27 •Chap 27 [Hari mengucap janji suci]
28 •Chap 28 [Apakah dia memaafkanku?]
29 •Chap 29 [Kau tak akan pernah bisa menjadi istri bagiku]
30 •Chap 30 [Kejujuran Tama membangkitkan amarah]
31 •Chap 31 [Bumbu spesial dalam makananmu]
32 •Chap 32 [Pasutri muda & paruh baya]
33 •Chap 33 [Kalian semua mengkhianatiku]
34 •Chap 34 [Surat phk]
35 •Chap 35 [Lais kecewa berat]
36 •Chap 36 [Perdebatan sehari-hari]
37 •Chap 37 [Api merenggut nyawa]
38 •Chap 38 [Aku menyerah]
39 •Chap 39 [Hukuman untuk sang pelaku]
40 •Chap 40 [Gara-gara kecoak]
41 •Chap 41 [Masakan siapa yang lebih enak?]
42 •Chap 42 [Sore hari bersamamu]
43 •Chap 43 [Kenapa telingamu memerah?]
44 •Chap 44 [Itu ular bukan suamimu]
45 •Chap 45 [Pelaku sebenarnya]
46 •Chap 46 [Mimpi]
47 •Chap 47 [Tamu jailangkung]
48 •Chap 48 [Cerai?]
49 • Chap 49 [Tak rela]
50 •Chap 50 [Kata terakhir] End S1
Episodes

Updated 50 Episodes

1
•Chap 1 [Awal mula sebuah hubungan]
2
•Chap 2 [Permen karet di rambutnya]
3
•Chap 3 [Lem perekat di bokongnya]
4
•Chap 4 [Keharmonisan dua keluarga]
5
•Chap 5 [Pelarian dari para penculik]
6
•Chap 6 [Aku akan pergi]
7
•Chap 7 [Janji kelingking untuk pertemanan]
8
•Chap 8 [Dua insan yang telah bertumbuh]
9
•Chap 9 [Kita bertemu kembali]
10
•Chap 10 [Pegangan bukan memelukku]
11
•Chap 11 [Sandiwara berujung amarah]
12
•Chap 12 [Membujuknya]
13
•Chap 13 [Dia memiliki kekasih]
14
•Chap 14 [Penyakit Ibuku]
15
•Chap 15 [Masa kelam kakak beradik]
16
•Chap 16 [Zoeya salah kamar,Rafael uring-uringan]
17
•Chap 17 [Tamu ilegal]
18
•Chap 18 [Ada maksud tersembunyi]
19
•Chap 19 [Air sungai yang memelukku]
20
•Chap 20 [Ibu Roma yang kritis]
21
•Chap 21 [Gendong ala bridal style]
22
•Chap 22 [Tak sengaja bertemu]
23
•Chap 23 [Permintaan dari sang Ibu]
24
•Chap 24 [Curhat setelah putus]
25
•Chap 25 [Janji pertemanan kedua kalinya]
26
•Chap 26 [Ingkar janji]
27
•Chap 27 [Hari mengucap janji suci]
28
•Chap 28 [Apakah dia memaafkanku?]
29
•Chap 29 [Kau tak akan pernah bisa menjadi istri bagiku]
30
•Chap 30 [Kejujuran Tama membangkitkan amarah]
31
•Chap 31 [Bumbu spesial dalam makananmu]
32
•Chap 32 [Pasutri muda & paruh baya]
33
•Chap 33 [Kalian semua mengkhianatiku]
34
•Chap 34 [Surat phk]
35
•Chap 35 [Lais kecewa berat]
36
•Chap 36 [Perdebatan sehari-hari]
37
•Chap 37 [Api merenggut nyawa]
38
•Chap 38 [Aku menyerah]
39
•Chap 39 [Hukuman untuk sang pelaku]
40
•Chap 40 [Gara-gara kecoak]
41
•Chap 41 [Masakan siapa yang lebih enak?]
42
•Chap 42 [Sore hari bersamamu]
43
•Chap 43 [Kenapa telingamu memerah?]
44
•Chap 44 [Itu ular bukan suamimu]
45
•Chap 45 [Pelaku sebenarnya]
46
•Chap 46 [Mimpi]
47
•Chap 47 [Tamu jailangkung]
48
•Chap 48 [Cerai?]
49
• Chap 49 [Tak rela]
50
•Chap 50 [Kata terakhir] End S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!