"Ibuuu!!!" aku berteriak kencang. Kobaran api membuat mataku tidak bisa melihat di mana keberadaan ibuku. Aku langsung berlari masuk kembali ke dalam kamarku untuk mencarinya. Hatiku berdegup kencang, takut terjadi sesuatu pada ibuku.
Asap tebal ini menutup jarak pandangku bahkan baunya menusuk cuping hidungku sehingga membuatku sulit bernafas, pandanganku mulai kabur, tapi aku tidak bisa menyerah di sini. Aku berjalan perlahan-lahan sambil memanggil-manggil Ibu.
Samar-samar aku mendengar suara, "Pergi" suara yang begitu lirih bahkan hampir tak terdengar tapi entah mengapa aku bisa mendengarnya. "Pergi" ucapnya lagi. Aku yakin sekali itu adalah suara ibuku.
Pandanganku semakin kabur, lagi-lagi aku tidak bisa bernafas, aku berpikir mungkin inilah akhir dari hidupku. Air mataku mengalir tanpa terasa, kakiku tak bisa lagi menopang tubuhku. Aku terbaring lemas di antara kobaran api yang membakar seluruh isi ruangan.
Apakah api ini juga akan membakar tubuhku, membakar ibuku, dan seluruh kamar ini. Lambat laun aku mengantuk, sebelum mataku terpejam aku mengatakan sesuatu meskipun aku tak tahu apakah ibu mendengar perkataanku.
"Ibu.. maafkan aku, aku tidak bisa menyelamatkanm–"
—
Rafael berjalan masuk ke dalam rumah dengan membawa obat serta kompresan instan ditangannya. Rupanya persediaan obat di rumah sudah habis, jadi ia pergi ke paviliun mencari Cadh Bibi untuk meminta beberapa obat yang ada di sana.
Saat melewati ruang makan, Rafael seperti melihat cahaya yang tidak normal dari arah dapur. Segera ia berlari ke sana dan mendapati dapurnya terbakar habis dan api yang sudah menjalar ke atas. Dengan sigap Rafael menghubungi nomor darurat, meskipun sudah melakukan hal tersebut. Rafael tak tinggal diam, ia masuk ke dalam dapur untuk melihat penyebabnya.
Di sana ia melihat sebuah tabung gas yang terbakar. Rafael tahu mungkin ini penyebabnya, ia langsung melepas baju yang ia kenakan dan berlari ke kamar mandi untuk membasahinya dengan air. Rafael kembali berlari ke dapur dan…
Zoeyael [between love and death]
•Chap 37 [Api merenggut nyawa]
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments