Suasan di ruang UGD terlihat tidak kondusif banyaknya orang tua korban yang datang menemui anaknya.
Mereka saling bergumam mencari siapa pelakunya, membuat Dokter Boy akhirnya menjelaskan dengan sejelas-jelasnya.
"Baiklah semuanya, untuk keluarga korban harap tenang, kami sudah menghubungi pihak yang berwajib, jadi tugas ibu-ibu dan bapak-bapak fokus pada kesembuhan anak kalian saja," jelas Dokter Boy.
"Rasanya aku ingin menginjak penjahat itu, beranunya dia menculik anak kami," ucap salah satu orang tua korban.
"Kami tahu perasaan kalian, tapi ini ruang UGD. Semua pasien butuh istirahat, jadi saya harap kalian semua bisa bekerja sama dengan baik," jelas Dokter Boy.
Semua akses pintu keluar dan masuk rumah sakit sudah di jaga ketat oleh polisi dan petugas keamanan rumah sakit, membuat semua preman tidak bisa keluar.
"Sialan, kita dalam bahaya," ucap Preman.
"Bagaimana cara kita keluar?" tanya Preman satu.
"Kita keluar lewat ruang jenazah," jawab Preman dua.
Mereka keluar dengan cara diam-diam, mengendap-ngendap sampai akhirnya sampai diruang jenazah, saat mereka akan masuk ke dalam tiba-tiba aksi mereka di ketahui oleh Dokter Dani yang baru saja keluar dari ruang rawat inap VIP.
Dokter Dani mendekati preman itu, karena mereka terlihat sangat mencurigai.
"Kalian sedang cari apa?" tanya Dokter Dani.
Preman itu langsung menghentikan langkahnya, mereka merasa deg-degan karena aksinya di ketahui orang lain.
"Apa kalian dengar aku?" tanya Dokter Dani.
Dengan terpaksa, salah satu preman itu menoleh ke arah Dokter Dani, dengan senyuman ia menjawab.
"Aku ingin melihat adikku yang katanya berada di ruang jenazah, jadi aku penasaran ingin melihat jasadnya," jawab preman satu.
"Oh, begitu rupanya, tapi ...," ucap Dokter Dani, seketika teringat jika hari ini belom ada korban jiwa yang masuk ke dalam ruang jenazah.
"Siapa namanya, biarku bantu carikan," ucap Dokter Dani.
Preman itu merasa bingung, ia saling pandang untuk mendapatkan alasan yang tepat. Saat Dokter Dani dan preman…
Dokter Or Disk Jokey
Pergosipan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments