Dokter Morgan memeriksa semua tanda vital pasien rawat inap, ia terlihat diam dan tidak banyak bicara. Sikapnya membuat beberapa rekan kerja merasa ada yang berbeda dengan Dokter Morgan.
"Bagaimana dengan pasien diruang hibrida?" tanya Dokter Morgan.
"Semua pasien sudah ditangani oleh Dokter Boy, hanya saja ada satu pasien di bangsal yang terus mengeluh nyeri perut bagian atas Dok," jawab Perawat Rere.
Dokter Morgan langsung menghampiri pasien itu dan benar, pasien itu ternyata melepaskan selang infua yang berisikan obat penghilang rasa nyeri.
"Apa yang anda keluhkan Nona?" tanya Dokter Morgan.
"Kalian ini bagaimana, kenapa aku tidak diberi obat penghilang rasa nyeri, kalian ingin aku mati! Hah!" jawab Pasien.
"Tetapi, dicatatan rekam medis. Anda sudah diberikan obat penghilang rasa nyeri, coba aku periksa kondisimu terlebih dahulu," ucap Dokter Morgan.
"Aku tidak mau!" teriak Pasien.
Keadaan yang hening, mulai menegangkan, ketika pasien itu terus menangis dan mengatakan pelayanan rumah sakit ini tidak baik.
Suara itu membuat Dokter Morgan langsung mencari sumber masalahnya, ternyata Dokter Morgan melihat, selang infus pasien itu terlepas begitu saja.
"Kenapa anda melepaskan infus ini Nona?" tanya Dokter Morgan.
"Kalian semua jahat, kalian menusuk tanganku dengan jarum dan memasukan jarum itu dan mengaliri air ke dalam tubuhku, itu sangat keterlaluan," jawab Pasien itu sambil ketakutan.
Dokter Morgan langsung mendekati Pasien itu, ia menatap matanya yang seperti orang depresi.
"Apa tujuanmu kemari?" tanya Dokter Morgan.
"Aku tidak tahu? Aku pingsan, waktu aku bangun tanganku tertusuk jarum," jawab Pasien.
Dokter Morgan langsung menjauh dari Pasien itu dan mencari Dokter yang merawatnya.
"Siapa yang, merawat pasien gila itu?" tanya Dokter Morgan.
"Tadi, Dokter Dani yang merawat semua pasien yang ada di UGD, Dok. Memangnya ada apa Dok," jawab Perawat Rere.
"Panggilkan dia sekarang!" perintah Dokter Morgan.
Perawat Rere langsung menghubungi Dokter Dani dan tak lama ia…
Dokter Or Disk Jokey
Kaget
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments