Demetrio langsung berpisah dari Larisa begitu selesai sarapan bersama.
Keluarga Lawrence itu keluarga sibuk, jadi sebenarnya makan bersama pagi-pagi begini saja sudah dianggap buang-buang waktu. Mereka cuma akan melakukannya sekali, karena pernikahan Demetrio kemarin, lalu sisanya terserah masing-masing.
Tadi Larisa berkata bahwa dia akan pulang sebentar ke kediamannya untuk mengambil sejumlah pekerjaan, jadi sekarang Demetrio pun punya waktu ke ruang kerjanya.
Ada banyak hal perlu dipikirkan, tapi Demetrio sedikit sulit mengabaikan permintaan Larisa tadi.
"Mesir? Aku tidak mengingat sesuatu yang menarik di Mesir." Demetrio terus berputar-putar di kursinya memikirkan hal itu. "Tapi itu juga sedikit mencurigakan, kenapa dia memilih Mesir bersamaan dengan Leadro ingin ke Mesir."
"Sejauh informasi, tidak pernah ada kontak antara Nyonya Muda dan Tuan Muda Leadro, Tuan Muda," timpal Ayunda yang memang sudah memastikan semua informasi soal Larisa.
"Kalau begitu 'hubungan' antara mereka berdua tidak bisa didapatkan lewat informasi saja." Demetrio mengangkat bahu. "Hah, aku penasaran, Larisa."
Sungguh Demetrio penasaran. Apalagi setelah Larisa secara terang-terangan memusuhinya tepat setelah Demetrio menikahi dia.
Ya, Demetrio akan tetap menikahinya bahkan kalau dia sudah membenci Demetrio sebelum itu, tapi ini jadi semakin menarik karena Larisa memilih tepat setelah pernikahan.
"Baiklah." Demetrio tiba-tiba beranjak. "Persiapkan semua yang kukatakan ini."
Walaupun tidak tahu pasti, Demetrio bisa membuat perkiraan untuk memastikan kemenangannya dari Larisa.
*
"Aku sempat bertanya-tanya," gumam Leadro saat matanya bertemu pandangan dengan Larisa.
Kontak lensa berwarna merah darah yang dia pakai terlihat cocok dengan senyum liciknya sekarang, sukses membuat Leadro merinding.
"Aku meragukan apakah kamu orang bodoh yang dibutakan oleh cinta pada kakakku atau justru orang gila seperti kakakku." Leadro menghela napas.
Ternyata orang gila, pikir pria muda itu miris.
Ti…
Balas Dendam Pada Suami Gila
13. Ipar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 37 Episodes
Comments