"Hmmm, anggap saja begitu."
Tidak. Larisa cuma berniat mengancamnya saja hari ini karena Larisa membutuhkan dia, sedikit.
Tapi ya, Larisa akan menjadikan dia target utama selain Demetrio kalau dia tidak menuruti Larisa ... jadi sama saja.
"Kurasa ini tawaran bisnis." Leadro menyilangkan kaki dan kembali terlihat tenang, bahkan ketika pelipisnya berkeringat di udara dingin. "Akan kudengar, jadi bisakah kamu duduk dulu?"
Larisa tersenyum dan mundur sebagai isyarat dia tidak perlu khawatir terlalu banyak. Perempuan itu duduk di sofa single, meletalkam lilin di atas meja.
Alasan Larisa membawa lilin itu cuma untuk penerangan saja. Bukan untuk isyarat nyawa atau apa pun. Tapi karena Leadro berpikir begitu, memang tidak ada salahnya.
"Kalau Demetrio mati, kamu otomatis menjadi calon pemimpin keluarga, kan?"
"Kamu menemui aku karena itu?"
"Tidak. Aku hanya bertanya." Larisa berucap main-main. "Yang sebenarnya, kalau Demetrio tidak mati di bulan madu kami, aku butuh bantuanmu sedikit."
Leadro mengangkat alis. "Aku cukup yakin kalau itu bukan soal melindungi perbuatan kamu."
"Tidak." Tidak ada yang butuh perlindungan dari anak yang ketakutan akan lilin. "Aku cuma ingin Demetrio salah paham."
*
Larisa menerima uluran mantel tipisnya dari Sakra. Berjalan tenang menaiki jet pribadi keluarga Lawrence sebagai tranportasi mereka menuju Afrika.
"Aku belum melihat Demetrio," bisik Larisa pada Mia. "Di mana dia?"
"Orang itu sepertinya tertahan sebentar dengan sekretarisnya, Nona."
"Begitu."
Larisa cuma ingin tahu karena biasanya Demetrio tidak terlambat dalam urusan apa pun. Dia tidak suka orang tidak tepat waktu, jadi dia pun tidak suka jika tidak tepat waktu.
Beberapa saat setelah itu, Leadro melewati kursi Larisa untuk duduk di kursinya, tepat di seberang kursi Demetrio. Karena posisi itu, Larisa bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Kamu terlihat gugup, Adik Ipar." Larisa menegurnya lembut.
Tentu, bukan karena mau bersikap ramah.
Dan Leadro juga cukup cerdas untuk paham maksudnya.…
Balas Dendam Pada Suami Gila
14. Berangkat Ke Mesir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 37 Episodes
Comments