Setelah Larisa memastikan Bilal pergi, wanita itu keluar dari kamar hotelnya menuju kamar hotel Demetrio. Pikir Larisa dia sedang beristirahat karena baru saja dokter datang memastikan kondisi tangannya.
Saat Larisa masuk, ternyata Demetrio sedang bermain catur sendirian.
"Bagaimana tanganmu, Sayang?" tanya Larisa lembut, lengkap dengan senyum manis yang cantik.
Demetrio yang melihatnya tertawa kecil. Itu lucu ketika mereka berdua pura-pura tidak tahu siapa pelakunya.
"Sangat sakit tapi tidak menyiksaku." Demetrio mengisyaratkan Larisa duduk di seberangnya, secara alami mengambil alih bidak catur putih. "Terima kasih sudah khawatir setelah memperlihatkan perselingkuhan yang menjijikan, Istriku."
"Itu hanya ciuman, dengan sedikit lidah."
Senyum Demetrio hilang. "Lalu bagaimana denganku? Kupikir kita tidak pernah berciuman dengan lidah, bahkan di hari pernikahan."
Larisa semakin tersenyum. "Kamu ingin lidah yang disentuh lidah adikmu tadi?"
"Lidahmu milikku, Sayang. Walau itu sedang kotor sekarang." Demetrio terang-terangan memperlihatkan kesan tak senang.
Itu bukan cemburu. Itu hanya tentang dia benci miliknya dimiliki oleh orang lain namun Larisa tetap terhibur. Menghina Demetrio adalah sesuatu yang tidak pernah membuat Larisa bosan.
"Bicara soal itu," Demetrio menutup pembicaraan soal lidah sembari menggerakan bidak caturnya, "kamu tahu begitu kembali hal yang ditanyakan adalah anak, bukan?"
"Jika anak semudah itu dibuat, kurasa ada rak untuk bayi-bayi siap hidup di supermarket," balas Larisa tak peduli. "Lagipula keluarga Lawrence tidak hancur begitu saja cuma karena bayi tidak lahir hari ini. Masih ada Leadro dan adikmu yang lain."
"Bukankah itu berbeda?" Demetrio mengangkat alis. "Anak dariku dan darimu. Perpaduan yang seharusnya sempurna."
Larisa tertawa saat tangannya balas menggerakan buah catur putih. "Mengapa bisa sempurna, Suamiku? Aku wanita yang kamu buang dan kamu pungut lagi karena terpaksa."
Pria itu malah tergelak. "Kamu ingin mendengar apa? Ak…
Balas Dendam Pada Suami Gila
25. Dengan Sedikit Lidah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 37 Episodes
Comments