''Loh, kalian siapa? Mau dibawa kemana barang-barang itu?" teriak Serena pada orang-orang yang membawa perabot mewahnya keluar unit.
"Kalian tidak bisa menjarah rumah orang seenaknya, saya bisa melaporkan kalian ke polisi."
Teriakan wanita itu hanya dianggap angin lalu oleh orang-orang itu. Nyatanya, tidak ada satu orangpun yang berhenti, mereka tetap menjalankan tugasnya masing-masing.
Dirinya yang baru keluar kamar dengan wajah bantalnya dikejutkan dengan kehadiran beberapa orang yang wara-wiri keluar masuk membawa perkakas mewah yang ada di unitnya.
''Silahkan laporkan, Nona! Jika ingin senjata makan tuan," ucap seorang pria yang tiba-tiba memasuki unit tersebut.
Serena membelalak sempurna saat melihat keberadaan asisten suaminya. Kemudian pandangannya teralihkan pada orang-orang yang sibuk melakukan tugasnya.
"Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanyanya dengan ketus.
''Apa Anda lupa dengan perbuatan Anda? Bagaimana jika video yang tersebar saya serahkan kepada pihak berwajib?"
Wanita itu seketika terbungkam. Dia menggeleng keras sebagai isyarat tidak ingin itu terjadi.
''Jangan bilang kau ada di sini karena—''
"Atas perintah Tuan Arnold. Beliau juga berpesan dalam kurun waktu 1x24 jam, Anda diminta mengosongkan tempat ini. Tinggalkan semua pemberian Tuan Arnold termasuk kartu debit, mobil dan barang-barang mewah lainnya." Pria itu menyela cepat ucapan Serena.
Serena terkesiap mendengarnya, Arnold mulai bergerak. Itu artinya riwayat karirnya juga akan tamat. Dia menggeleng keras, tidak ingin hal itu sampai terjadi. Dia harus melakukan sesuatu.
''Semua bisa dibicarakan baik-baik, bukan? Tolong, hubungi tuanmu ... aku ingin bicara," pintanya bernegosiasi.
''Sangat memprihatinkan, bukankah Tuan Arnold suami Anda? Masa seorang istri tidak mempunyai kontak suaminya sendiri," cibir Rover—sang Asisten.
Perkataan pria berusia 30 tahun itu terdengar sangat menyebalkan di telinga Serena. Ingin rasanya, dia meremas mulut itu hingga tak berbentuk.
''Kalau aku bisa, aku tidak…
Pesona Istri Simpanan
6. Arnold Mulai Bergerak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments
Rice Btamban
tetap semangat
2023-06-12
1
Mari ani
Aku kirim kopi biar betah begadang kak.
2023-06-03
1