Serena menegang di tempat. Wanita itu mendadak gelisah, takut jika Ernest mencurigai kondisinya.
"Se-sembarangan! M-mana mungkin aku hamil, ngaco!" Dia segera memalingkan wajah ke sembarang arah sebelum Ernest menyadari kegelisahannya.
"Mirip, Rena ... Gitu aja marah. Mungkin badan kamu yang berisi ini karena kamu jarang nge-gym, ya, ‘kan?"
Serena hanya mengangguk mengiyakan. Namun, sedetik kemudian raut wajahnya berubah kesal saat menyadari sesuatu.
"Jadi menurutmu, aku gendut, iya?"
Sontak, Ernest gelagapan sendiri melihat kekesalan wanita itu. Dia merutuki mulutnya yang terlalu lancang berbicara, sudah tahu masalah seperti itu sangat sensitif bagi wanita.
"Eh, eng-enggak ... Bu-bukan itu maksudku. Kamu jadi tambah seksi gitu...."
"Gombal!"
"Enggak, beneran! Sumpah!"
Serena mencebikkan bibir seraya memalingkan muka. Namun, pada akhirnya dia tidak tahan untuk tidak tersenyum. Hanya saja dia berusaha untuk melipat bibirnya dalam-dalam agar Ernest tidak mengetahui hal itu.
"Udah, kalau mau senyum, senyum aja ... Jangan ditahan."
Semakin memerahlah pipinya seperti kepiting rebus. Pria itu selalu bisa membuatnya tersipu. Serena memukul gemas dada bidang itu.
"Apa kau tau, Rena? Dulu aku selalu membayangkan jika hubungan kita bisa membuahkan hasil. Di dalam sini ada salah satu benihku yang tumbuh di rahimmu." Tangan Ernest terulur menyentuh perut wanita itu. "Makanya, setiap kali bersamamu, aku selalu menggempurmu berkali-kali untuk mewujudkan harapanku."
Serena tampak mengigit bibir bawahnya, matanya terpejam menikmati usapan itu yang entah kenapa merasa sangat nyaman.
"Andai kau tau yang sebenarnya, Er ... Tapi aku sendiri tidak yakin dia milik siapa, entah milikmu atau milik ayahmu," batinnya.
"Are you okay? Kenapa menangis lagi, Rena? Apa ucapanku telah melukai hatimu? Maafkan aku, Rena...."
Serena segera menghapus air mata yang membasahi pipinya. Entah kenapa dia mendadak mellow seperti ini, mungkin perasaannya ini ada sangkut pautnya dengan kehamilannya.
"Eh, eng…
Pesona Istri Simpanan
29. Kamu Pantas Diperjuangkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments