"Mau apa kemari?" Serena menatap dingin sosok jangkung yang berada tak jauh darinya.
Sosok pria yang sangat dihindari di saat-saat seperti ini. Dia ingin menjauh sejauh mungkin dari orang-orang yang berkonflik dengannya.
"Syukurlah kau baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkanmu," ucap pria itu disertai tatapan hangatnya.
Mata teduh itu berhasil menggoyahkan pertahanan Serena. Dia memilih memalingkan muka enggan membalas tatapan itu.
"Sebaiknya kau pergi. Aku ingin sendiri." Tanpa segan, Serena segera mengusir pria itu.
Pria itu mengulas senyum lembut. Tanpa mengucap sepatah kata, ia melangkah mendekati wanita yang teramat dicintai. Serena yang masih berada pada posisi yang sama belum menyadari akan hal itu. Hingga dirinya terkesiap ketika sebuah tangan kekar mengusap lembut pipinya.
Tatapan wanita itu seketika menajam, segera menepis kasar tangan itu.
"Apa kau tuli? Aku bilang pergi! Tolong, jauhi hidupku," bentak Serena, "aku ingin hidup tenang. Aku sudah menjauh dari kehidupan kalian, tapi kenapa kalian masih mengusikku?"
Matanya tampak memerah, dia berusaha kuat untuk menahan air mata agar tidak luruh. Dia tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya di depan mereka agar mereka tidak bertindak semena-mena lagi terhadapnya.
"Menangislah jika ingin menangis. Air mata memang tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi setidaknya bisa meringankan beban."
Runtuh sudah pertahanan yang berusaha keras di bangun wanita itu. Mungkin selama ini, banyak orang mengenalnya sebagai seorang yang arogan, sombong dan angkuh padahal itu semua hanya sebuah kamuflase untuk menutupi jati diri yang sebenarnya. Dibalik kearoganannya tersimpan sosok jiwa yang rapuh yang berusaha keras untuk menyembuhkan luka batinnya seorang diri. Serena terisak dalam diam, bibirnya terkatup rapat tak mampu untuk berucap. Hanya deraian air mata yang mampu mengungkapkan luka hati yang ia rasa.
Sakit! Tiada yang lebih menyakitkan bagi seorang Ernest ketika melihat derasnya tetesan kristal bening wanita yang sangat d…
Pesona Istri Simpanan
28. Aku S'lalu Ada Untukmu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments