Serena tampak puas memandangi bangunan yang ada di depannya. Bangunan yang semula tampak usang dan menyeramkan, kini terlihat segar dengan wajah barunya. Semua tampak tertata rapi dan apik, cat dinding yang berwarna cerah serta berbagai tanaman hias yang sengaja ditata pada bagian depan tampak nyaman dipandang mata.
Wanita itu merombak habis-habisan tempat itu, merubah setiap bagian, lalu mendesainnya dengan tema yang digandrungi anak muda masa kini. Bukan hanya itu, Serena juga mengganti semua perabot lama dengan perabot baru sesuai tema yang diusung.
Wanita itu juga sudah menempati ruko tersebut sejak seminggu yang lalu bersama sahabat karibnya siapa lagi jika bukan Aurel. Keduanya memutuskan menempati tempat itu sehari setelah kegiatan pembersihan waktu itu.
''Nah, kalo gini ‘kan gue betah tinggal di sini," celetuk Aurel dengan mata tak lepas memandang interior toko tersebut.
Serena menirukan ucapan itu dengan mimik mengejek. Pasalnya, pada malam pertama menginap, sahabatnya itu mengeluh tidak bisa tidur dengan alasan panas, banyak nyamuk dan yang paling utama karena takut. Waktu istirahat Serena benar-benar terganggu, bahkan nyaris tidak bisa memejamkan mata.
''Kalau lo masih gak betah juga, gue tendang loe dari sini," sahut Serena ketus.
Bibir Aurel seketika maju beberapa senti ke depan. Serena tetaplah Serena, meski sudah tidak menjadi artis, tetapi mulut mercon tetap melekat dalam dirinya.
"Tega amat...."
''Bodo!"
Suara lonceng yang sengaja ditaruh dekat pintu mengalihkan perhatian kedua wanita itu. Mereka kompak mengembangkan senyum saat melihat kedatangan pelanggan pertama.
''Pagi ... Ini pemilik lama apa sudah ganti orang, ya?" tanya seorang wanita baya berkisar 60 tahunan yang baru memasuki kedai tersebut.
''Sama, kok, Bu. Saya anak dari pemilik terdahulu," jawab Serena penuh keramahan.
''Berarti resep-resepnya masih sama dengan generasi pertama, ya...."
''Masih, Bu. Kebetulan resep-resepnya diwariskan kepada saya."
''Oh, syukurlah ... Akhirnya, saya bisa…
Pesona Istri Simpanan
15. Serena dan Pelanggan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments