"Rena, di mana jam tanganku? Apa kau melihatnya?" Ernest berteriak seraya menggeledah kamar milik Serena.
Pagi ini, ia ada pertemuan penting dengan klien. Akan tetapi saat telah siap, pria itu tidak menemukan benda keramat miliknya yang amat berharga setelah ponsel.
Ernest adalah sosok yang sangat disiplin bila menyangkut masalah pekerjaan. Jika ada pertemuan penting, kalau bisa dia yang harusnya menunggu bukan pihak klien karena ia sendiri tak ingin mengecewakan kliennya.
"Kutaruh di bawah bantal, Er. Cari sendiri! Aku masih mandi," balas Serena tak kalah berteriak dari bilik kamar mandi, suara gemericik air turut mengiringi teriakan wanita itu.
Tanpa banyak bertanya lagi, Ernest segera mengangkat semua bantal yang ada di depannya. Senyumnya mengembang saat mendapati benda yang sejak beberapa menit yang lalu ia cari.
Namun, keningnya mengerut dalam saat mendapati benda kecil yang berada tepat di bawah arlojinya. Demi menuntaskan rasa penasaran, Ernest segera meraih benda tersebut, membolak-balikkan beberapa kali untuk memastikan benda apa yang baru dijumpainya itu.
"Apa ini? Dua garis merah? Tanda apa?"
Bertepatan dengan itu, Serena yang baru menyelesaikan ritual mandinya berhasil dibuat terkejut. Dia tidak pernah menyangka jika Ernest berhasil menemukan benda yang berusaha ia simpan rapat-rapat. Seketika kegelisahan menguasai jiwanya. Dia takut jika Ernest mengetahui keadaan diri yang sebenarnya.
"Ren, apa ini?"
Tanpa menjawab, Serena segera merebut benda itu.
"Bu-bukan apa-apa!'' jawabnya cepat.
Dia berusaha keras untuk menyembunyikan kegugupan. Namun, sepertinya Ernest yang sangat peka mengetahui kegugupan wanita itu.
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"
"Tidak!"
"Se-sebaiknya le-lekaslah pergi! Nanti kau terlambat," imbuhnya.
Untuk saat ini, Serena benar-benar ingin Ernest segera pergi dari tempatnya. Jika berlama-lama di sini, ia takut rahasianya akan terbongkar. Bukan tidak ingin jujur, hanya belum siap. Bukan hanya kepada Ernest, Serena pun berniat menyembun…
Pesona Istri Simpanan
31. Kesabaran yang Diuji
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments