"Apa benar Maya masih cinta dengan Jack?" tanya David kepada dirinya sendiri.
Kala itu dia terduduk dengan sedihnya mengingat ucapan Ibu Maya yang mengatakan kalau Maya masih mencintai Jack.
Sesaat dia berpikir apa yang dikatakan oleh Ibu Maya adalah sebuah kebenaran. David bangun dari duduknya, berjalan menuju kamar Maya dan menghampiri Maya yang tak sadarkan diri dengan alat alat rumah sakit yang terpasang di tubuhnya.
"Apa kamu masih cinta dengan Jack? Apa kamu cinta dengannya?" tanya David kepada Maya dengan duduk di samping Maya dan memegangi salah satu tangan Maya.
"Huh, kenapa kamu tidak mengatakannya Maya? Mungkin, jika kamu mengatakannya semua ini tidak terjadi. Maafkan aku, gara gara aku kamu menjadi seperti ini," lanjut David dengan lirih dan mata berkaca-kaca sambil meneteskan air matanya.
Ting!
Mendengar ponselnya berbunyi, David yang saat itu bersedih seketika terdiam. Dia mengambil ponselnya yang berada di dalam kantung jasnya.
Saat itu dia melihat sebuah pesan dari seseorang dengan nama Veronica masuk ke ponsel David. Dia mengirim pesan karena ingin bertemu dengan David.
Melihat hal itu, David bergegas pergi. Tanpa mempedulikan keadaan Maya yang terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit.
"Suster, tolong jaga Maya. Saya ingin pergi, saya ada urusan," ucap David kepada suster yang saat itu tengah berjaga.
Setalah David memberi tahu suster, David bergegas pergi dari rumah sakit dan menuju mobilnya Yeng terparkir di halaman rumah sakit.
Beberapa saat kemudian, David tiba di sebuah taman. Terlihat sebuah mobil berwarna hitam sudah terparkir di dekat teman tersebut.
Melihat hal itu, David keluar dari mobil dan celingukan kesana kemari sambil sesekali memanggil lirih Veronica, tiba-tiba seorang wanita memeluk David dari belakang.
Merasakan seseorang memeluknya dengan tiba-tiba, David terdiam. Wajahnya terlihat tidak bahagia mendapatkan pelukan itu.
"Apa yang kamu lakukan Veronica?" tanya David dengan serius, setalah itu dia memegangi tangan wanita dan me…
Sang Penghianat
8. Curiga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments