Waktu berlalu begitu cepat, akhirnya dokter menyatakan bahwa Maya sudah biss pulang, mendengar hal itu raut muka bahagia tergambar jelas di raut muka David dan Ibu Maya.
Saat itu matahari tepat berada di atas kepala. Maya terlihat keluar dari rumah sakit dengan wajah sumringah. Dia berjalan dengan di bantu oleh ibunya menuju ke mobil David yang sudah terparkir di halaman rumah sakit.
''Akhirnya.. Kamu keluar juga dari rumah sakit, Mama mohon dengan kamu, tolong kamu jangan datang ke sini lagi, Mama sangat bosa harus menunggu kamu di sini,'' canda Ibu Maya dengan memeluk erat Maya.
Mendengar apaa yang di katakan oleh ibunya, Maya hanya diam dengan senyum kecil di bibirnya. Setelah itu Maya mengajak ibu dan David masuk ke dalam mobil.
Disisi lain, Veronica berdiri di dekat mobil mengintip Maya yang sudah pulang dari bersama dengan sang kekasih. Dia terlihat kesal karena melihat Maya sadarkan diri, namun dia juga bersyukur atas kesadarannya.
''Kenapa Maya sadar sih, seharusnya dia mati aja. Tapi kalau mati, Mas David tidak bisa menguasai hartanya. OMG, kenapa harus seperti ini sih? Kenapa sih?'' ucap Veronica dengan marah.
Tak berselang lama, David dan Maya sampai di rumah. Maya terlihat keluar dari mobil dengan di bantu oleh Ibu Maya.
Beberapa saat kemudian, Maya masuk ke kamarnya. Dia memandang sekitar kamarnya dengan mata berkaca-kaca.
Melihat hal itu, Ibu Maya mendekati Maya dan memegangi salah satu bahu Maya.
''Ada apa Maya? Kenapa kamu sedih? '' tanya Ibu Maya.
Maya hanya menghela nafas, dia menyeka air matanya dan melihat ke arah ibunya yang memegangi bahunya.
''Entahlah Mah, aku sendiri bingung. Ini kamar ku, dan semua ini milik ku, tapi kenapa aku merasa aku tidak memiliki apa apa .'' Ujar Maya dengan air mata yang terus berderai membasahi matanya.
Pelukan erat pun di berikan kepada Ibu Maya kepada Maya. Saat itu mata Ibu Maya berurai air mata mendengar apa yang dikatakan oleh Maya.
''Kamu jangan seperti ini, kalau kamu seperti ini nanti Mama ikut sedih, j…
Sang Penghianat
11. Kesedihan Maya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments