Waktu berlalu begitu cepat, Veronica duduk di samping David, namun saat itu David terus melamun. Dia terus menerus membayangkan kenangan manis saat bersama dengan Maya.
Menyadari David memikirkan sesuatu Veronica memanggilnya, namun jawaban dari David sangat mengejutkan Veronica. Bagaimana tidak, tanpa disengaja David memanggil Veronica dengan nama Maya.
Mendengar panggilan itu Veronica menatap tajam David dan dirinya terlihat sangat marah dengan apa yang dilakukannya.
''Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu,'' ujar David dengan nada lirih dan menyesal karena sudah memanggil Veronica dengan sebutan Maya.
Veronica hanya diam sesaat. Dia memandang David penuh kemarahan.
''Kamu jatuh cinta dengan Maya?'' tanya Veronica kepada David.
David terdiam dengan pertanyaan itu. Dia hanya menatap tajam Veronica seolah mengiyakan apa yang di tanyakan oleh Veronica.
Melihat diamnya sang kekasih, Veronica bangun dari duduknya.
''Sayang kamu mau kemana?'' tanya David untuk menghentikan langkah Veronica.
''Untuk apa, hah? Untuk apa aku disini kalau pikiran dari kekasih ku berada di tempat lain, UNTUK APA ? Lebih baik aku pergi, cari pria lain yang lebih setia dari kamu,'' jawab Veronica.
Jawaban David membuat Veronica sangat terkejut. Dia bangun dari duduknya dan berdiri di hadapan Veronica.
Matanya berkaca-kaca, memohon kepada sang kekasih untuk tidak meninggalkan dirinya. Namun, apa yang dilakukan nya hanya berbuah sia -sia, Veronica tetep pergi dari rumah David dengan kemarahan.
Kesedihan di rasakan olehnya setelah kepergian Veronica dari rumah, namun pemikiran tentang Maya terus terlintas di benak David. Dia bingung, dirinya bertanya-tanya kesedihan ini karena Maya atau Veronica. Dia benar- benar tidak bisa berpikir mana yang benar dan salah, hal itu membuat David frustasi dan bingung menentukan jalan hidupnya.
********
Di pemakaman, Maya di samping makam Jack dengan memegangi batu nisannya. Air matanya berderai membasahi pipinya. Dia menyesali atas apa ya…
Sang Penghianat
17. Kesedihan Arga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments