''Apa yang kamu inginkan?'' tanya Ibu Maya berdiri menatap David yang saat itu memegang pisau.
Melihat Ibu Maya, berbalik David tetap duduk dengan air mata berderai. Namun, perlahan dia bangun dari duduknya dengan pisau yang masih di pegang dengan eratnya.
Perlahan David bangun, dan berjalan mendekati Ibu Maya dengan pandangan mata penuh kesedihan. Melihat hal itu, Ibu Maya terlihat ketakutan, ia berjalan menjauhi David dengan sesekali memberikan peringatan kepada David agar dirinya tidak mendekat. Namun, David tidak menggubrisnya, dia tetap mendekati Ibu Maya dengan pisau di tangannya.
''David, Tante peringatkan kamu, jangan kamu mendekati Tante, kalau kamu sampai mendekati aku, aku akan teriak dan membuat kamu di gebukin warga sini,'' ancam Ibu Maya agar David tidak mendekati dirinya.
''Kenapa Tante? Kenapa Tante melakukan hal itu, apa tante lupa kalau aku adalah calon menantu Tante? ''jawab David dengan terus berjalan mendekat ibu maya.
''Stop David, apa kamu lupa, hah? Kamu dan Maya sudah berakhir, Maya sudah mengakhiri hubungan kalian. Dan asal kamu tahu David, saya sangat mendukung Maya untuk melepaskan kamu dari hidupnya. Jadi.. Tolonglah, tolong kamu pergi dari hidup Maya dn jalani hidup kamu,'' ujar Ibu Maya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Maya, David menghentikan langkah dan menjatuhkan pisau yang di pegangnya. Sesaat ia terdiam dengan pandangan mata penuh dengan kesedihan. Dia terus menatap Ibu Maya tanpa berkata sepatah katapun.
Tiba-tiba tubuhnya limbung dan jatuh bertekuk lutut di hadapan Ibu Maya.
''Tante, David mohon dengan tante. Tolong, tolong izinkan David untuk bertemu dengan Maya, David mohon.'' Pinta David dengan penuh kesedihan dan mata yang memerah menahan kesedihan di matanya.
Melihat hal itu, Ibu Maya terlihat bersimpati dengan David, dia mendekati David dan berdiri di hadapan David utuk membantunya.
''Bangun David, tante akan bantu kamu untuk bertemu dengan Maya, tapi tante tidak bisa janji dengan kamu kalau Maya akan be…
Sang Penghianat
19.Di rumah sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments