''Keluarga korban!'' panggil seorang suster kepada keluarga Arga.
Melihat hal itu, wajah khawatir kembali muncul. Ibu Arga mendekati suster itu.
''Ada apa suster? Apa yang terjadi dengan anak saya?'' tanya Ibu Arga.
''Ibu, Bapak, Dokter sudah berhasil menghentikan pendarahan yang di alami Pak Arga, namun...''
''Namun apa Suster?'' jawab IBu Arga dengan air mata terus mengalir membasahi matanya.
''Namun, pasien dalam masa koma,'' jawab suster itu. Tangis Ibu Arga pecah ketika mendengar kabar kalau anak laki-lakinya harus koma, melihat hal itu Maya yang berdiri di dekat ibunya, dia bergegas menghampiri Ibu Arga yang saat itu sedih dengan keadaan anaknya.
Maya memegangi tubuh Ibu Arga yang saat itu sudah lemas dan tidak bisa menopang tubuhnya. Maya pun membawa Ibu Arga untuk duduk, ia berusaha untuk menenangkan Ibu Arga.
Ketika Ibu Arga dan Maya duduk bersandingan, tak henti-hentinya Ibu Arga meneteskan anaknya. Dia meratapi nasib dari anaknya yang mengalami kejadian ini. Maya yang merasa bersalah, dengan lapang dada dia meminta maaf kepada Ibu Arga. Maya merasa semua yang terjadi dengan Arga adalah kesalahannya.
''Tante, Maya minta maaf dengan tante, gara-gara aku semua ini terjadi,'' ucap Maya. Dia sangat sedih di samping Ibu Arga.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Maya, Ibu Arga terdiam dari tangisnya. Dia menatap tajam Maya seolah Maya lah yang menjadi penyebab semua kejadian ini. Melihat tatapan itu, Ibu Maya mengira kalau Ibu Arga akan menuduh dirinya, namun apa yang dipikirkannya ternyata adalah sebuah kesalahan.
''Hey, kenapa kamu menatap anak ku seperti itu?'' ucap Ibu Maya dengan nada tinggi, melihat tatapan Ibu Arga.
''Apa kamu ingin menyalahkan anak saya?''
Mendengar ucapan ibunya, Maya menetap ke arah ibunya. Dia terlihat marah dengan ibunya, ketika mendengar ucapan itu.
''Mama.. '' panggil Maya agar ibunya tida emosi, namun apa yang dilakukannya justru membuat ibunya semakin emosi dan membuat dirinya membentak ibunya.
''Apa, hah? Apa? Kamu mau…
Sang Penghianat
20. Di rumah sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments