"Datanglah besok ke kantorku, itu alamatnya, kamu bisa bertemu dengan Teny, dia salah satu HRD disana, aku rekomendasiin kamu untuk bekerja sebagai staff administrasi disana." ucap Reihan
"Tapi mas, aku belum pernah punya pengalaman di administrasi apalagi perkantoran, dan lagi ijazah aku cuma lulusan SMK, bagaimana mungkin aku bisa bekerja di kantor." saut Vivi yang masih engga percaya dengan perkataan Reihan barusan.
"Aku sudah bicara dengan Teni, nanti dia yang akan membimbing kamu di kantor." saut Reihan.
"Tapi mas, aku benar benar tidak bisa besok, banyak banget yang harus aku persiapkan, aku tidak punya sepatu, dan pakaian kantor." saut Vivi.
"Baiklah kalau tidak bisa besok lusa saja ya! Kalau begitu kamu besok bisa berbelanja dengan ini!" timpa Reihan memberikan sebuah kartu debit yang platinum ke tangan Vivi.
Vivi melongo dengan apa yang sudah diberikan oleh Reihan. Dia sangat kaget kalau Reihan memberikan kartu itu untuknya berbelanja.
"Nanti pin nya saya kirim ke nomer ponsel kamu ya!" timpa Reihan.
"Tapi mas, kamu sudah berlebihan, aku tidak butuh ini, aku masih punya simpanan kok!" saut Vivi malu mengembalikan kartu nya ke tangan Reihan.
"Kamu tidak perlu sungkan Vi, pakai ini nanti kalau kamu sudah selesai berbelanja kamu kembalikan lagi padaku!" ucap Reihan memaksa Vivi menerima kartu itu.
"Ga usah mas!" saut Vivi kekeuh mengembalikan kartu itu.
"Atau besok sore aku jemput kamu untuk berbelanja kebutuhan kamu ya!" timpa Reihan.
"Tapi mas...!" ucapan Vivu terhenti karena Reihan menutup mulutnya dengan satu jari tangannya.
"Stop, ga ada penolakan lagi. Ok!" ucap Reihan.
Vivi menarik nafasnya dalam, keras kepala sekali orang ini, tetap saja memaksakan kehendaknya, tapi bagaimana lagi, toh aku juga ingin terbebas dari jeratan kehidupan malam in, gumamnya dalam hati.
"Iya baiklah mas, kamu menang deh, aku ikuti apa kata kamu!" saut Vivi tersenyum.
Reihan pun akhirnya bisa tersenyum puas mendengar kata kata Vivi barusan.
"Mas, selama ini kamu terus yang me…
Sabar Yang Melampaui
Tentang Reihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments