Di sisi lain, Naila.
Ia terus berjalan di ruang bawah tanah yang panjang seakan tidak ada hentinya itu, dia juga merasakan adanya energi kuat dari sebuah pertempuran. Hingga akhirnya dia tiba di ujung jalan dimana terdapat gerbang besar tertutup rapat, ketika ia melihat dengan teliti disana sudah ada orang yang menunggu di depan gerbang, dia tidak asing dengan orang tersebut, rambut panjang terurai berwarna biru muda dengan gaun biru tua dengan ornamen es yang menghiasinya, tidak lain adalah Latina.
Langkah Naila terhenti.
"Biar ku tebak...apa kau ingin menghalangi jalan ku lagi?" Ucap Reona, menebak.
Latina berjalan menghampiri Naila dan berdiri berhadapan, hanya beberapa inci saja.
"Aku hanya menjaga tempat ini saja, tidak ada yang lain kok." Jawabnya, berbohong kepada Naila.
"Jadi kau ingin menghalangi ku?" Tanya Naila, sorot matanya berubah menjadi tajam.
"Aku bisa saja membiarkan mu lewat, tadi rasanya tidak afdol jika kita tidak...bertarung terlebih dahulu." Jawab Latina.
Setelah mendengar hal tersebut, tangan Naila langsung diselimuti oleh kegelapan yang kuat, bersiap untuk bertarung dengan tangan kosong serta sihir. Latina melakukan hal yang sama, es yang padat mulai menyelimuti tangannya. Kedua sosok tersebut sama-sama mengeluarkan aura yang besar, Naila mengeluarkan aura kegelapan yang mengerikan, Latina mengeluarkan aura dingin yang menyengat.
Udara di sekitar Naila dan Latina mulai berubah drastis.
Aura dingin menyengat memenuhi lorong, membuat setiap napas terasa seperti menusuk paru-paru. Di sisi lain, kegelapan pekat berputar di sekitar Naila, menghisap cahaya yang tersisa dari obor-obor yang masih menyala.
Mereka tidak berbicara lagi.
BOOM!
Tanpa aba-aba, kedua petarung bergerak dalam sekejap.
Naila melesat lebih dulu, tinjunya yang diselimuti kegelapan menargetkan wajah Latina.
Latina mengangkat tangannya, dan dalam sekejap lapisan es tebal terbentuk sebagai perisai—
CRACK!
Namun, pukulan Naila menembus es itu seakan-akan tidak ada!
Latina segera mu…
New World:The Future World
Chapter 103(S3 Ch 22): Pertemuan Yang Ditakdirkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments