Naila: “Dunia sekarang... ternyata seperti ini, ya.”
Johan menoleh, heran.
Johan: “Seperti apa maksudmu?”
Naila: “Serikat petualang. Dulu nggak ada yang kayak gini.”
Johan: “Ah, itu… yah, mungkin karena monster mulai bermunculan lagi sekitar dua ribu tahun lalu. Serikat petualang dibentuk untuk menghadapinya.”
Tak lama kemudian, Johan memutuskan untuk mengantar Raja Azhar dan Putri Arisa kembali ke istana.
Johan: “Aku pergi dulu ya. Kalau kamu belok kiri lalu lurus, kamu bakal sampai di Serikat Petualang.”
Naila: “Baiklah. Hati-hati.”
Azhar: mengejek dengan senyum nakal “Wuu, formal banget.”
Johan: kesal “Ini depan umum, pake nanya lagi.”
Setelah Johan pergi, Naila mulai berjalan mengikuti arah yang diberikan. Beberapa menit kemudian, dia tiba di depan gedung Serikat Petualang. Pintu kayu besar itu terasa berat saat didorong, dan saat terbuka—semua mata langsung tertuju padanya.
Para petualang menatapnya tajam, penuh rasa ingin tahu. Meski sedikit gugup, Naila tetap melangkah menuju meja resepsionis.
Resepsionis: “Selamat datang di Serikat Petualang! Ada yang bisa saya bantu?”
("Wah, kayak penjaga kasir di supermarket.") batin Naila.
Naila: menenangkan diri
“Aku ingin mendaftar sebagai petualang… Tapi sebelumnya, aku ingin tahu lebih banyak soal kerajaan ini.”
Resepsionis: “Tentu. Kamu bisa pergi ke lantai dua. Ada perpustakaan di sana, mungkin bisa membantu.”
Naila: “Terima kasih banyak.”
Naik ke lantai dua, Naila membuka pintu perpustakaan—ruangan luas yang tenang, penuh dengan buku-buku berdebu tapi terawat.
3 Jam Kemudian
Naila masih sibuk membaca buku berjudul "Sejarah Singkat Kerajaan ColdendEarth"—meskipun isinya jelas tidak singkat.
Tiba-tiba, suara dari balik rak buku menyapa:
??? “Tak kusangka, masih ada yang tertarik membaca sejarah kerajaan ini.”
Naila refleks menoleh, tapi tak melihat siapa pun.
Naila: “Emang... sesepi itu ya peminat sejarah di sini?”
Bulu kuduknya merinding. Ada aura dingin di belakangnya.
??? “Mayoritas rakyat bahkan nggak tahu sejara…
New World:The Future World
Chapter 2 : Petualangan Perdana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments