Setelah dipersilahkan masuk oleh si pemilik rumah mewah tersebut. Atayad dan keluarganya masuk mengikuti tuan rumahnya berjalan menunjukan ruang tamu.
Atayad dan keluarganya mendaratkan pantatnya masing masih setelah sebelumnya si pemilik rumah mempersilahkannya.
Papa Rasdyan dan papa Ahmad terlihat membuka percakapan mewakili kedua belah pihak keluarganya.
***
Sementara Ara yang baru kembali satu jam yang lalu yang tidak diketahui siapa pun dia pergi kemana, hanya adiknya Ara yang tahu bahwa dirinya pergi itu pun bukan tujuannya yang ia ketahui.
Ara duduk di depan meja rias setelah dirinya menyelesaikan karya tangannya mempoles wajah. Tidak begitu buruk meskipun ia jarang sekali menggunakan riasan yang begitu mencolok tapi ternyata hari ini ia tampil berbeda dari yang biasanya.
Ara mengalihkan pandangannya ke arah pintu saat mendengar seseorang membukanya. Ternyata Kak fery yang masuk dengan wajah tanpa ekspresinya.
"Kakak" ucap Ara, ingin rasanya ia mengeluh pada sang kakak, namun niatnya ia urungkan kembali tak ingin membuat sang kakak tersinggung.
"Tamu sudah datang Ra" ucap Kak Fery sambil mendaratkan pantatnya pada ujung tempat tidur.
Ara kembali membalikkan badannya mengarah ke cermin, terdengar helaan nafas berat Ara.
"Kamu tidak usah merasa takut, semua akan baik baik saja. Belum tentu nasib mu dan nasib kakak sama" ucap Fery yang seolah mampu membaca apa yang Ara pikirkan.
Ya memang Ara sempat memikirkan bagaimana menjalani hidup dengan orang yang tak ia kenal sama sekali bahkan tidak ada cinta diantara keduannya. Jangankan untuk hidup dengan orang yang tak dicintainya, bahkan sebelumnya ia pernah hidup dengan cinta dari seseorang tapi ternyata pada akhirnya ia tak mendapatkan kebahagiaan. Apalagi sekarang ia akan menjalani sisa umurnya dengan orang yang belum tentu akan memberikan cinta untuknya.
Ara menghirup nafasnya dalam dalam kemudian mengalihkan tatapannya pada sang kakak. "Apa aku akan bahagia kak?" tanya Ara dengan suara yang terdengar berat.
"Per…
Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
Episode delapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
woow lanjutkan
2022-08-20
0
Yesi Triyanto
aku kadang heran klu lht para ortu dgn senang ngejodohin anak2 nya. trs lgsg buru2 mau nikahin. knp sih gak dioertemuin dl trs biar mrk sling mengenal dl biar sm2 paham kedpn nya. yg mau nikh anak2nya yg nafsu ortu nya. aku jg pny anak gadis gak terbesit buat jdhin anak ya klu pas dpt menantu yg cck klu gak kita ortu pasti merasa bersalah
2021-05-28
0
Siti Ashari
awal yg menarik,, lanjut kan,,,
2020-10-04
2