Sejak kedatangannya ke rumah itu Ara tak sedikit pun keluar dan meninggalkan kamar tersebut.
Rupanya sendiri saat ini lebih menyenangkan. Ia masih berdiri di balkon, kadang ia senyum sendiri seperti orang gila saat tangannya bergulir di layar ponselnya untuk membuka pesan di group wa bersama karyawannya.
Ara tak mampu lagi menahan tawa yang membuat perutnya serasa diaduk aduk. Ia melepaskan tawa tersebut hingga menggangu seseorang yang saat ini sedang duduk di ruang televisi namun tidak menontonnya. Televisi tersebut masih dalam posisi off.
Sore ini rasanya ia sangat puas bisa tertawa lepas meskipun hanya sendiri disana. Ia tak memikirkan lagi soal ia harus dan akan bagaimana dengan pernikannya. Biarlah semua berjalan sesuai alur yang sudah ditentukan oleh Nya.
Ia tak ingin ambil pusing lagi, toh rasanya percuma jika ia harus mengikuti Atayad yang bisa bermuka dua. Belum tentu juga ia bisa melakukannya, yang ada nanti baper, kecewa lagi, dan nangis lagi.
***
Atayad melirik jam yang menempel di dinding tepat diatas dimana televisi berukuran besar tersebut berada.
Ternyata ini sudah pukul sembilan malam, namun ia tidak mendengar atau melihat Ara keluar sedikitpun dari kamarnya.
"Jam sembilan malam?" bibir Atayad berucap tanpa suara. Ia melirik lagi ke arah pintu kamar Ara. "Apa dia tidak lapar? atau jangan jangan dia sengaja mengurung diri disana, kelaparan kemudian mati perlahan lahan. Lalu aku dituduh sebagai penyebabnya?" Atayad bicara sendiri.
"Tapi tidak mungkin dia sebodoh itu, dasar gadis manja. Apa tidak bisa kalau makan saja harus diingatkan" ucap Atayad sambil mendengus kesal dengan semua yang dipikirkannya.
Tak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk dan bisa merugikan dirinya, ia beranjak dari duduknya dan melanggangkan kakinya menghampiri pintu kamar yang tertutup rapat itu. Beberapa kali Atayad terlihat pintu kamar tersebut, namun tak ada sahutan dari dalam.
Sementara yang didalam malah asyik memainkan ponselnya dan lebih memilih diam tak ingin menyautinya…
Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
episode dua puluh satu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments
Eri Elva Susanti
semangat Ara kuat kan hatimu,toh nanti juga dia akan tersiksa karna hati nya sendiri
2020-11-04
0
umifarida
lanjut dong Thor...
2020-09-23
1
Mumut Sah
jangan lupa untuk mampir ya😉
2020-09-23
0