Pagi pagi Ara bangun dengan keadaan badan yang terasa remuk seluruhnya. Ia menoleh ke sebelahnya dan Atayad sudah tidak ada lagi disebelahnya.
Ara berjalan ke kemar mandi dengan badan yang dibalut selimut. Meskipun badannya terasa remuk tetap saja ia tidak bisa bermalas malasan di tempat tidur.
Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Ara berdiri didepan cermin washtafel. Tangannya terulur menyentuh bibir yang semalam disentuh oleh bibir Atayad. Senyum malu malu pun terukir disana.
Ara memakai pakaian merwarna pink dengan celana kian panjang. Wajahnya dipoles dengan riasan sederhana namun tidak mengurangi kecantikannya. Tidak lupa aura bahagia pun selalu membingkai di wajahnya.
Ara turun dari kamarnya dan melangkah menuju dapur. Matanya mengitari setiap sudut ruangan dalam rumahnya. Namun yang ia cari pun tak kunjung ditemukannya.
"Non Ara sudah bangun" sapa pelayan rumah yang kebetulan hari ini memiliki jadwal untuk membersihkan rumahnya.
"Ah iya, dimana tuan Atayad?"
"Tuan sudah berangkat lima belas menit yang lalu, dan tidak berpesan apa pun pada saya." jelas pelayan itu.
Ara mengangguk dan mengucapkan terimakasih kemudian ia naik kembali ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan langsung berangkat menunju kantornya.
***
Atayad memang berangkat pagi sejak mendapat telepon dari sekretaris pribadinya. Pihak yang bekerja sama dengan perusahaan yang Atayad pimpin mengadakan pertemuan secara tiba tiba.
Hati yang diliputi rasa bahagia pun tak mempersalahkannya. Atayad tetap menunjukan wibawa serta keprofesionalannya.
Pertemuan yang membahas sistem kerja, keuntungan, dan rencana pembangunan kedepannya berakhir sekitar pukul 11:35.
Atayad meraih ponselnya yang ia selipkan di saku celananya. Berharap saat membuka ponsel tersebut ada pesan yang ditinggalkan oleh istrinya, dan ternyata tidak ada pesan apa pun.
Sempat merasa kecewa, namun ia tetaplah Atayad yang harus selalu tampil berwibawa dimana pun ia berada.
"Saya ingin tidak ada pertemuan atau pekerjaan apa pun selama dua j…
Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
Episode empat puluh empat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
hadeeeuuuh .... Ara gimana ya ????
ceunah mau menjelaskan ... tapi tetep gak jelas ...
kenapa sih nggantung gituh ?
kan malah timbul salah persepsi lagi ..
cappeee deeeeiii 🤦♀️
2023-04-19
0
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2022-08-20
0
Moms Rafi-alhusaini 🌺
lanjut kak
2020-11-13
0