Aji sudah kembali ke dalam dunia nyata setelah beberapa menit Dewina sadar ,ia menggerakkan jarinya dan suara lirih . Deliana yang berada di sampingnya terkejut lalu berbisik di telinga Dewina . "Dek ,bangun buka matamu kamu sudah kembali ," ucap Deliana memegang tangan Dewina sudah menghangat .
Lastri mengambil air hangat untuk mengompres kening Dewina . Dewina membuka mata pelan melihat seluruh kamar ,ia merasa sangat pusing dan haus . "Aku haus ," ucap Dewina lirih . Lastri mengambil air minum membantu Dewina minum lalu meletakkan gelas di meja.
Dewina merasa aneh ketika membuka matanya . "Kak Deliana kapan pulang ?" tanya Dewina melihat Deliana pertama kalinya . "Kakak pulang kemarin , kamu Jangan banyak bergerak dulu masih lemas ," jawab Deliana .
Dewina melihat seorang pria sedang menunduk sambil Komat kamit lalu membuka matanya tersenyum kepada Dewina ."Syukurlah kamu sudah sadar , apa kamu baik-baik saja ?"tanya Aji melihat Dewina tidak pucat seperti pertama kali melihatnya . "Aku sudah lebih baik ," jawab Dewina dengan lemas .
Lastri membawakan bubur dan obat . "Nak makan dulu untuk mengiis perutmu yang kosong agar tidak sakit ," ucap Lastri menyuapkan bubur ke mulut Dewina . " Pahit bu ," ucap Dewina . "Tidak apa-apa terus di paksa makan karena kamu sudah dua hari tiga malam tidak makan apapun ," jelas Lastri sedih .
Dewina terpaksa menelan dan menghabiskan bubur lalu minum obat . "Pintar ," celetuk Deliana tersenyum senang melihat Dewina menghabiskan makannya . "Kayak anak kecil saja di puji ," ucap Dewina . "Tadi kamu tidak mau makan tapi habis juga ," cabut Deliana .
"Aku tunggu di luar ya ," pamit Aji kepada Deliana mendapat anggukan Aji meninggalkan dua kakak beradik di dalam kamar.
Lastri memasak untuk mereka makan siang . Hanum datang menjenguk Dewina , langsung masuk ke dalam kamar Melihat Dewina dengan wajah pucat Hanum merasa sedih duduk di dekat Dewina . "Aku keluar dulu kalian bisa saling tukar cerita ," pamit Deliana .
"Bagaimana ceri…
Sisi Lain Dewina
Keenambelas Sadar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments