Dewina sudah mulai bekerja di warung Bu Siti kembali setelah tiga hari ijin libur . “Wah , yang habis liburan ceria sekali pasti dapat cowok orang kota ," celetuk Hanum menggoda Dewina .
Dewina menggelengkan kepala mendengar perkataan Hanum tersenyum . "Mana ada orang kota yang mau sama aku yang kampungan ini , Han ,“ kata Dewina sambil merebus air .
Hanum merasa tidak enak hati dengan jawaban Dewina . “Yang namanya jodoh kita tidak pernah tahu Win ,“ sahut Hanum , " Aku belum mau menikah karena masih ingin bekerja ,“ Dewina merasa minder dengan keadaannya saat ini
“Jangan pernah bicara seperti itu kalau sudah ketemu jodoh pasti mau ," ucap Hanum . "Entahlah ," hanya itu jawaban Dewina , selama ini ia sama sekali belum memikirkan soal menikah bertemu pria saja ia merasa minder gimana mau kenal .
“Biar jadi perawan tua kalau tidak menikah kalau menolak semua pria pada akhirnya tidak ada yang mau sama kamu karena kamu sok jual mahal ," kata Santi berjalan ke dapur sambil melirik Dewina .
Dewina melihat Santi merasa ada yang tidak beres ada bau kemenyan ketika dia lewat didepan Dewina ."Han , apa kamu mencium bau kemenyan ?" tanya Dewina sambil mengendus . Hanum ikut mengendus kemudian menutup hidungnya karena baunya sangat menyengat .
"Iya Win , bukan kemenyan saja tapi ada bau amis gimana gitu ," jawab Hanum merasa ingin muntah berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya namun hanya air yang ke luar kemudian membersihkan diri dan ke luar bergabung dengan Dewina di depan melayani pembeli .
Beberapa orang melihat Hanum merasa aneh karena wajahnya merah . Dewina melihat Hanum datang merasa lega . "Kamu tidak apa-apa kan ?" tanya Dewina . "Iya tidak apa-apa , tadi itu rasanya sangat tidak enak ," sahut Hanum .
Santi membawa sayur dalam panci meletakkan di meja etalase sambil melihat beberapa orang yang sedang makan tanpa sengaja melihat Ramos sedang makan di situ , keduanya saling pandang kemudian Santi mengalihkan pandangannya sedangkan Ramos tersenyum smirk .
"…
Sisi Lain Dewina
Ketiga Puluh Empat Pertemuan Tak Terduga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments