Rumah Dewina sekarang bertambah satu anggota keluarga yaitu kehadiran seorang anak kecil bernama Maulana Winata . Kini Dewina sudah lebih baik dan sudah bisa beraktifitas meskipun tidak banyak hanya fokus kepada anaknya , dan ia libur kerja selama beberapa hari ke depan pasca melahirkan.
Suara bayi nyaring dan merdu ,siapapun yang mendengar merasa terkesima karena suaranya lain dari bayi biasanya .
Entah apa yang membuat bayi mungil itu menangis padahal sudah minum asi banyak dan di ajak jalan-jalan di depan rumah tetap saja menangis sampai terisak tanpa suara .
Dewina merasa melihat bayangan hitam lewat seperti angin , bayi tersebut diam matanya melihat sesuatu bibirnya tersenyum ,
Dewina merasa ada yang aneh pada dirinya , tubuhnya kadang terasa berat dan sakit kadang menghilang begitu saja terus , ia bingung mau bertanya pada siapa .
Hari itu Surya pergi ke kota ada urusan pekerjaan , ia berangkat pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit . Dewina meletakkan bayinya di tempat tidur , ia menggosok bagian yang sakit dengan minyak zaitun dengan perlahan .
Dewina terlelap setelah merasakan sentuhan aroma terapi dari minyak zaitun . Lastri masuk ke kamar Dewina membawa bubur dan cemilan juga jamu .
“Win ,“ ,Lastri membangunkan Dewina yang tertidur . Dewina membuka mata terkejut .
“Ibu jam berapa sekarang , aku ketiduran ," Dewina sambil menguap melihat anaknya tertidur lelap di sampingnya .
“Makan dulu lalu minum jamunya ,“ Lastri duduk di tepi tempat tidur melihat Dewina dan Lana bergantian .
Dewina makan bubur sampai habis selang beberapa menit ia minum jamu .
“Sekarang baru jam dua siang ," Lastri kembali ke dapur membawa piring kotor ,Dewina mencuci muka di kamar mandi .
Bayi mungil itu terbangun dan membuka mata sambil tersenyum ketika melihat ibunya . "Anak ibu bangun ya , sudah siang kok panas sekali ya tumben banget seperti akan ada sesuatu ,"Dewina melihat ke luar jendela panas matahari sangat terik .
Dewina mengajak anaknya keluar duduk di teras depan .…
Sisi Lain Dewina
Kelima Puluh Empat Kehadiran Makhluk Kecil tak Kasat Mata.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments