Rara menjatuhkan ponselnya begitu saja saat mendengar kabar jika adik kesayangannya masuk rumah sakit. Tangis bahagia yang baru saja ia rasakan seketika berubah menjadi tangisan duka.
Dengan sigap, Tama segera mengajak Rara untuk pergi ke rumah sakit di mana Raja berada. Sepanjang perjalanan, gadis berhidung mancung itu tidak berhenti menangis. Ia sangat khawatir dengan keadaan adiknya. Saking paniknya, ia sampai lupa menanyakan sebab musabab Raja bisa sampai dilarikan ke rumah sakit dan bagaimana keadaannya sekarang ini.
"Ra, udah dong, jangan nangis terus. Aku yakin kalau adik kamu pasti baik-baik saja." Tama mencoba menenangkan gadis di sampingnya dengan sebelah tangan terus mengusap-usap punggung Rara yang bergetar karena tangis.
Rara tidak menjawab, ia hanya mengangguk samar.
Mobil yang dikemudikan Tama akhirnya sampai juga di rumah sakit yang dituju. Keduanya segera keluar dari mobil, dengan langkah tergesa-gesa menuju ke ruang rawat inap di mana Raja dirawat.
"Astaghfirullah, Ja, kenapa jadi begini?!" pekik Rara saat sudah sampai di kamar Raja dirawat. "Apa yang sebenarnya terjadi?!" Air mata sudah kadung membanjiri kedua matanya.
Raja meringis di tempat tidurnya. Menahan sakit yang mendera di kaki kanannya.
"Kakak 'kan tadi udah bilang! Hati-hati main bolanya, jangan sampai cedera! Lah ini, kamu malah masuk rumah sakit!" Rara mengomel sambil menyeka bulir air mata yang sialnya tidak bisa berhenti. Kekhawatiran pada Raja membuat air matanya jatuh tidak terbendung.
"Adek lu bukan cedera, Rara!" Bang Jali yang baru keluar dari kamar mandi pun menyahut. "Dia keserempet motor pas mau balik dari lapangan," sambungnya menjelaskan dan membuat Rara tersentak kaget.
"Ya Allah ..." Rara sudah salah sangka.
"Terus motor yang nyerempetnya bagaimana Bang?" Giliran Tama yang buka suara.
"Ya kabur! Tancap gas kayak Valentino Rosi!" jelas Bang Jali dengan raut wajah kesal dan marah.
"Astaghfirullah!" Lagi-lagi Rara beristighfar. Menatap sendu ke arah kaki adiknya yang dibalu…
Dendam Gila Sagara
Chapter 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
Mohammad Sokeh
rara mah santai Ga 😄😄 ǰangankan millkirin kabur asal g ketemu kamu malah jalan sm tama yg ngasih cincin trus laiinya kabir lagi saat mau bayar administrasi rs.
2026-01-13
1
partini
mengerikan saga ,, sekelas mafia aja ga gini ini Weh Weh
2025-06-14
1