Chapter 52

Langit mendung seolah turut berduka, awan kelabu menggantung berat di atas pemakaman. Embusan angin membawa aroma tanah basah dan bunga-bunga duka yang layu sebelum waktunya. Di tengah kerumunan pelayat yang berpakaian serba hitam, suara isak tangis mengalun pilu, tapi tak ada yang sekeras raungan Shinta.

Shinta terjatuh lemas di samping pusara Celline, mengguncang tubuh Samiaji yang memeluknya erat.

"Anakku … Celline … kembalilah, Nak … kembalilah ke Mama …" Suaranya pecah, melengking, menggurat luka di hati siapa pun yang mendengarnya.

Samiaji, meski wajahnya kaku menahan emosi, tak kuasa menahan air mata. Lengan-lengannya melingkari tubuh Shinta, mencoba menenangkan, meski ia sendiri nyaris runtuh.

"Cukup, Shinta … kita harus ikhlas … kita harus kuat …" bisiknya lirih, namun tak sanggup meredam jerit kesakitan di dada istrinya.

Petugas makam mulai menurunkan peti ke dalam liang lahat, gerakannya pelan namun tegas. Suara kayu bersentuhan dengan tanah menggema seperti dentang palu takdir, menandai perpisahan selamanya.

Para tetangga dan beberapa kerabat berdiri tak jauh, menunduk dalam duka. Beberapa memejamkan mata, menggenggam tangan satu sama lain, seolah berharap kesedihan bisa dibagi agar tak terlalu menyiksa.

Langit akhirnya menangis bersama mereka. Gerimis jatuh satu per satu, seperti air mata bumi atas kematian seorang gadis yang hidupnya berakhir tragis.

Dan Shinta terus meraung, menyebut nama Celline berulang-ulang … seakan jika ia cukup keras memanggil, anaknya akan bangkit dan memeluknya lagi. Tapi yang tersisa hanyalah keheningan, tanah basah, dan kenangan yang tak akan pernah pulih.

Petugas mulai menimbun liang lahat dengan tanah. Suara sekop bertemu tanah menjadi latar yang menghantam kesadaran semua orang, ini nyata. Celline benar-benar pergi.

Shinta masih bersimpuh, memeluk pinggang Samiaji seperti anak kecil yang kehilangan arah. Tubuhnya gemetar, wajahnya basah oleh air mata dan gerimis. "Aku ibunya … aku ibunya … kenapa aku tak bisa menyelamatka…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

partini

partini

dasar samigendeng ,bukanya sadar malah menjadi jadi
jangan ada drama Rara do sakit Thor kasian dia dari kecil Ampe jadi budak nafsu saga walau sekarang dah lope Dope ,,ada ayah kaya gini Ama bini jaharaaa luar biasa Ama gundik love

2025-07-19

1

partini

partini

ada gundik CEO yg heboh itu loh Thor yg di konser ke sorot lampu

2025-07-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!