Berlin mondar-mandir di depan kamar yang berada di lantai tiga club malam tersebut. Lantai tiga ini memang di khususkan bagi mereka-mereka yang ingin ONS. Cowok bermodel rambut mirip aktor korea Park Seo Joon itu resah, sebab adik kecilnya sudah meronta-ronta ingin keluar dari bungkusnya. "Duh, Si Saga kok lama banget sih? Gue udah nggak tahan nih!" Gusar, dia mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Wajah hingga telinganya sudah memerah, akibat menahan gejolak nafs* yang sudah di ubun-ubun.
Sementara itu di dalam kamar, Sagara membatu, mendapati jaguarnya malah bobo lagi. Padahal waktu di bawah tadi, jaguarnya jelas-jelas sudah berdiri.
"Babe, kok malah diem? Ayo dong kita goyang!" rengek si wanita seksi dengan suara serak. Dia sudah bergelendot mesra di tubuh tinggi Sagara. Bibir bergincunya tengah rakus menciumi dada putih itu. Kedua tangan nakalnya juga sudah turun ke bawah perut, bersiap membuka ikat pinggang Sagara.
"STOP BITCH!" Sagara mendorong tubuh sintal yang sudah setengah tela njang itu hingga terpental ke atas kasur. Sagara menggeram lalu memungut kaos hitamnya yang tergeletak di atas kasur, kemudian memakainya kembali. Dia membalikkan badan lalu keluar dari kamar itu. "Kok nggak bangun sih?!" erangnya dalam hati.
Berlin segera mengangkat kepala saat pintu di depannya terbuka dari dalam. Sagara keluar dengan wajah ditekuk dan kusut.
"Ga, udah? Gimana, masih bagus nggak?" Berlin memberondong Sagara dengan dua pertanyaan sekaligus.
"Gue nggak jadi make!" dengus Sagara sambil pergi dari hadapan Berlin.
"KENAPA NGGAK JADI?" Teriakan Berlin sama sekali tidak diindahkan oleh Sagara. Lelaki berkaos hitam itu melangkah lebar turun dari lantai tiga.
"SHIT!" Sagara terus memukuli setir mobilnya. Kini ia sudah berada di parkiran. Merenungi kejadian tadi kenapa jaguarnya tidak mau bangun. "Lo kenapa sih Roarr? Kok nggak mau bangun?" Sagara menunduk, mengajak bicara pada sesuatu yang bersembunyi di balik celana jeans-nya. "Lo sakit?" Ia berbicara sendiri seperti orang…
Dendam Gila Sagara
Chapter 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments