Shinta dan Celline akhirnya sampai juga di alamat dukun beranak yang dikirimkan Weni.
Tempat tinggal dukun itu sangatlah jauh dari keramaian. Mobil yang dibawa Shinta pun hanya sampai di gapura dan terpaksa diparkirkan di lapangan bola yang ada di samping gapura itu.
Mereka berdua naik ojek untuk sampai ke rumah Mbah Sumala. Dua ojek itu berhenti tepat di rumah sederhana yang modelnya masih ke zaman penjajahan Belanda. Setelah membayar ojek, Shinta dan Celline bergegas mengetuk pintu kayu berwarna putih usang di hadapan mereka.
Derit pintu terbuka berhasil membuat tubuh Celline dan Shinta menegang. Tatapan mereka menyorot ke depan.
Muncullah seorang wanita berkebaya hijau tua lengkap dengan kain jarik berwarna cokelat tua membungkus tubuhnya yang pendek. Rambutnya yang sudah memutih dan disanggul mirip sekali dengan tokoh yang selalu ada di film-film horor khas Indonesia.
Celline dan Shinta bersamaan menelan saliva. Ada rasa takut yang tiba-tiba menelusup jiw mereka. Namun rasa takut itu sirna seketika karena sapaan ramah dari pemilik rumah.
"Pasti mau ketemu sama Mbah Sumala ya?" ucap wanita tua itu yang mereka sangka adalah Mbah Sumala.
"Iya Mbah. Kami memang mau ketemu sama Mbah. Ada perlu," jawab Shinta.
"Mari silakan masuk! Mbahnya sedang mandi." Celline dan Shinta saling melempar pandangan, merasa kaget ternyata wanita tua yang ada di hadapan mereka bukanlah Mbah Sumala. "Ayo-ayo, silakan duduk!" Suara wanita beruban itu berkumandang lagi.
Kedua orang itu duduk di kursi kayu yang sangat kuno.
"Saya kira Mbah ini yang namanya Mbah Sumala ..." ucap Shinta tersenyum kikuk.
"Bukan." Wanita tua menyahuti. "Saya pegawainya Mbah." Dia memberi penjelasan. "Tunggu sebentar ya, saya mau memberitahukan kepada SiMbah dulu sekalian membuatkan minum untuk cah ayu berdua ini." Wanita tua itu pamit undur diri.
"Ma ... rumahnya kok serem," cicit Celline sambil merapatkan tubuh ke samping Shinta.
"Iya Cell. Mirip rumah yang ada di film horor," timpal Shinta bergid…
Dendam Gila Sagara
Chapter 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
partini
lah kalau masih hidup kalau maot anak kamu ni felakorrr khayalan behhhhh ga ngotak
2025-07-11
1